Dampak Kenaikan BBM, Sopir Angkot dan Ojek Kian Terjepit

picsart 22 09 05 14 36 53 806
OJEK - Pengemudi ojek dan angkot yang biasa mangkal depan Pasar Kidul, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Berbagai sektor terdampak dari kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Seperti sektor angkutan darat, yakni para sopir angkutan umum kota (angkot) dan ojek di Bangli yangvmenjadi kian terjepit. Pasalnya, saat sebelum kenaikan saja kondisi penumpang di Bangli sudah sepi, apalagi ditambah kebijakan kenaikan sekarang ini. Karena jika tarif ongkos juga dinaikkan, mereka khawatir akan kehilangan penumpang.

Sebagaimana diakui Wayan Kentel (48), salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Kidul Bangli, Senin (5/9/2022). Kata dia, meskipun harga BBM sudah naik sejak Sabtu (3/9/2022), dirinya tidak berani menaikkan tarif ojek. “Sejak pandemi Covid-19 memang penumpang sangat sepi. Sampai sekarang juga belum begitu pulih. Kalau saya naikkan tarif, takutnya pelanggan akan semakin berkurang,” ucapnya.
Karena itu, sejauh ini pihaknya masih bertahan dengan tarif Rp 5.000 untuk seputaran Kota Bangli saja.

Baca juga :  Terparah, Lima Titik Longsor di Jehem

Hal serupa diakui salah satu sopir angkot, I Wayan Mariana (42). Menurut dia, kenaikan harga BBM saat ini telah membuat para sopir angkot menjadi kelimpungan. Karena itu, pihaknya terpaksa melakukan kenaikan tarif yang biasanya Rp 10 ribu menjadi Rp 12 sampai Rp 15 ribu tergantung jauh dekatnya. “Selama ini, dengan situasi Bangli yang memang sepi penumpang ditambah dengan naiknya harga BBM, tentunya akan membuat kami kelimpungan jika tarif tidak kami naikkan juga,” jelasnya.

Mariana yang telah belasan tahun menjadi sopir angkot ini mengatakan, adanya kenaikan harga BBM ini telah membuat mereka merugi. Sebab, nilai tarif yang diterapkan tidak sebanding dengan pengeluaran BBM dan perawatan kendaraan. Karena itu, para sopir angkot ini kini hanya bisa pasrah menerima kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. “Ya, namanya masyarakat kecil. Mau tak mau, kita harus kerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Lagi, Seorang Nenek Gantung Diri di Bangli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini