Tak Terima Ditegur Saat Geber Motor, Mantan Napi Tusuk Nelayan

picsart 22 09 05 15 05 04 884
DITANGKAP - Tersangka Kristoforus Baba alias Baba (22) saat diamankan di Mapolsek Kuta.

Kuta, DENPOST.id

Seorang mantan narapidana kasus pencurian, Kristoforus Baba alias Baba (22) mengamuk serta menusuk seorang nelayan, I Ketut Adi Suwila alias Tut Mamor. Pria asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tersinggung usai ditegur karena menggeber motor di depan Balai Kelompok Nelayan Segara Jalan Telaga Ayu, Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (2/9/2022) sekitar pukul 09.00.

Kapolsek Kuta, AKP Yogie Pramagita, mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut berawal saat korban Tut Mamor sedang membuat pagar untuk bibit mangrove. Saat itu, korban bersama temannya I Wayan Dana di Balai Kelompok Nelayan Segara Ayu. “Saat itu tersangka yang mabuk mondar-mandir sambil menggeber motornya di jalan dekat korban membuat pagar. Korban lantas menegur tersangka,” terangnya, Senin (5/9/2022).

Baca juga :  Warga Paling Terdampak PPKM Darurat Segera Terima BST Rp 300 Ribu

Rupanya tersangka yang baru bebas bersyarat saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus beberapa waktu lalu itu tak terima dengan teguran korban. “Sempat terjadi cekcok di antara tersangka dan korban. Tersangka yang emosi lantas pergi ke proyek tempat tinggalnya (masih di kawasan hutan mangrove tak jauh dari lokasi) untuk mengambil pisau,” ucap Yogie.

Tersangka kembali ke Balai Kelompok Segara Ayu mencari korban. Setelah bertemu, tersangka mengeluarkan pisau yang dibawanya dipakai menusuk korban. Akibatnya korban mengalami sejumlah luka. “Korban terkena enam kali tusukan. Yaitu di pangkal lengan tangan kanan, punggung tengah, punggung kiri sebanyak dua kali, pinggang belakang kanan dan paha kaki kanan,” imbuh Yogie.

Baca juga :  SEMBUNYIKAN MOTOR DALAM TRUK, PEMUDIK DIMINTA PUTAR BALIK

Setelah kasus penganiayaan tersebut dilaporkan, petugas Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta melakukan penyelidikan. Petugas mendapatkan informasi jika tersangka bersembunyi di kawasan hutan mangrove. “Beberapa jam usai kejadian tersangka ditangkap di kawasan hutan mangrove tak jauh dari lokasi penusukan,” ujarnya.

Tersangka mengaku menusuk korban dengan pisau yang dibawa dari proyek tempatnya bekerja. “Tujuannya untuk membunuh korban. Karena tersangka emosi terhadap korban yang menegurnya dengan kasar. Selain itu korban sempat menantang tersangka hingga membuatnya emosi,” tegas Yogie. (124)

Baca juga :  Ditutup, Cafe Remang-remang Jadi Seperti Ini di Badung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini