Jelang G20, Balawista Perketat Pengawasan di “Water Blow” dan Pantai Geger

picsart 22 09 06 15 36 48 262
PANTAU GELOMBANG - Pengawas Balawista Nusa Dua, Nyoman Murcita, bersama Kabag TU Dewa Nyoman Sudirta, memantau perkembangan gelombang di Pos Pantau Pantai Muaya, Jimbaran.

Kutsel, DENPOST.id

Gelaran G20 membuat semua pihak melakukan antisipasi di segala lini. Termasuk jajaran Balawista Badung di wilayah Kuta Selatan (Kutsel) yang menjadi tempat berlangsungnya event yang dihadiri kepala-kepala negara di dunia.
Khususnya lagi di Pos Nusa Dua yang menjadi tempat menginap sebagian besar delegasi.

Dimintai konfirmasi akan hal ini, Kapala UPTD Balawista Kutsel, Wayan Somer, Selasa (6/9/2022) mengaku sudah menginstruksikan jajarannya bukan hanya di kawasan Nusa Dua tetapi di semua pos yang ada di Kutsel untuk melakukan antisipasi dan siaga setiap saat. Sebab gelaran G20 ini akan diikuti para delegasi di dunia yang dipastikan juga akan menyempatkan waktu luang mereka untuk berwisata ke pantai. Selain itu juga memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pengunjung agar mentaati rambu-ramhu yang ada serta kawasan yang rawan karena arusnya yang kuat.

Baca juga :  Kunjungan Wisatawan ke Pandawa Tak Terpengaruh Isu Virus Corona

“Seizin pimpinan kami di Badung, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadi korban. Sebagai garda terdepan penyelamatan di air, tentu kami harus terus waspada dan mengasah kemampuan agar penyelamatan korban bisa maksimal,” paparnya.

Hal senada disampaikan Pengawas Balawista Nusa Dua, Nyoman Murcita.
Dia mengaku tetap berkoordinasi dengan pengelola kawasan ITDC sebagai antisipasi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu yang menjadi atensi pihaknya adalah memperketat pengawasan di kawasan Water Blow dan Pantai Geger. Sebab untuk kawasan Water Blow yang ada di areal ITDC sempat beberapa kali terjadi gelombang tinggi yang membahayakan pengunjung.
“Ketika gelombang tinggi biasanya kami melakukan imbauan di pintu masuk agar pengunjung berhati-hati. Kalau gelombangnya sangat tinggi terkadang lokasi Water Blow ditutup sementara,” ujarnya.

Baca juga :  Guru Asal AS Selundupkan Cairan Vape Berisi Ganja

Sedangkan di Pantai Geger, kata Murcita, biasanya kerap terjadi pengunjung yang tidak sadar air pasang dan terjebak di dalam tidak bisa keluar. “Beberapa kali kami sempat mengevakuasi pengunjung yang terjebak di sana,” katanya. Dia juga mengatakan, biasanya kalau ada event internasional kawasan Nusa Dua disterilkan untuk sementara dari pengunjung umum. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini