Warga Taro Terima Bantuan Eco Enzyme dan Disinfektan

picsart 22 09 06 15 48 14 789
ECO ENZYME - Ketua TP. PKK Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, membuat dan membagikan eco enzyme di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Selasa (6/9/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Puluhan Warga Desa Taro mendatangi kantor Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Selasa (6/9/2022). Kedatangan warga untuk menerima bantuan eco enzyme dan disinfektan. Pembagian eco enzyme seiring merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak warga.

Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Hari Suyasa, menjelaskan, PMK dapat menyebar melalui udara dengan radius 10 km. Untuk menghambat penyebaran itulah dibutuhkan eco enzyme.
“Eco enzyme sebagai media penurun PH, karena virus akan mati di PH rendah. Kalau kandang mungkin bisa dicuci bersih pakai Sunlight aja cukup. Virus ini kejam tapi mudah diatasi,” katanya.

Baca juga :  Ini Kesimpulan Webinar Songsong Kehidupan Baru Usai Pandemi, di Badung

Hari Suyasa menjelaskan, sebelumnya ternak diserang virus ASF dan menyebabkan banyak hewan khususnya babi mati. Tetapi kalau PMK kemungkinan dapat menyebabkan perekonomian yang lumpuh karena lalu lintas hewan di-lockdown.
Untuk mencegah penyebaran PMK, Suyasa menyarankan menekan lalu lintas orang, barang dan hewan di sekitar kandang, selain juga menjaga kebersihan kandang dan menyemprotkan eco enzyme.

“Minimalisir lalu lintas orang, jangan suka menengok kandang teman, jangan membawa alat penangkap dari luar atau membiarkan hewan lain terutama anjing masuk ke kandang,” sarannya.

Suyasa juga menyampaikan hal baik kepada peternak yang ada di Desa Taro, bahwa Bali telah diperbolehkan kembali oleh pemerintah untuk melakukan lintasan ternak seperti babi ke Jakarta tentu dengan syarat telah tervaksin PMK.

Baca juga :  Pohon Kepuh Roboh Timpa Penyengker Pura Dalem Tulikup

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang ikut serta menyosialisasikan penggunaan eco enzyme.
Dikatakannya, eco enzyme merupakan produk ramah lingkungan yang memang dibuat dengan cara sederhana dan siapa saja bisa membuatnya.
Dia berharap peternak bisa membuat sendiri eco enzyme di rumah masing-masing mengingat caranya yang sangat mudah.

“Nanti di rumah kalau ada sisa sayuran atau buah-buahan jangan dibuang, bisa digunakan untuk membuat eco enzyme. Caranya 3 kg sayur atau buah- buahan diberi 1 kg gula aren dan 10 liter air lalu difermentasi selama 3 bulan,” sarannya.

Baca juga :  Musim Hujan, Kapolsek Payangan Imbau Warga Waspada

Setelah difermentasi, sisa buah-buahan dapat digunakan sebagai pupuk organic dan cairannya disebut eco enzyme. Cara penggunaannya satu tutup botol air mineral dicampurkan dengan 5 liter air bisa diberikan pakan ternak dan 1 gelas eco enzyme dicampur dengan 15 liter air untuk menyemprotkan ke udara dan kandang.
“Pembuatan eco enzyme di rumah tangga juga sebagai upaya pemisahan dan pengolahan sampah di rumah tangga,” katanya. Tak hanya teori semata, pada kesempatan tersebut juga dipraktikkan cara membuat eco enzyme oleh komunitas peduli lingkungan. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini