Dewan Nilai Dinas Pendidikan Jembrana Amburadul

picsart 22 09 06 19 24 12 066
RAPAT KERJA - Komisi I DPRD Jembrana, saat mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Jembrana, Selasa (6/9/2022)

Negara, DENPOST.id

Komisi I DPRD Jembrana, mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Jembrana, Selasa (6/9/2022). Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Jembrana, Ida Bagus Susrama.

Dihadiri juga Anggota Komisi I, Kepala Dinas Pendidikan Jembrana dan jajaran. Dalam rapat tersebut, salah seorang Anggota Komisi I, I Ketut Sadwi Darmawan dari Fraksi Gerindra menyampaikan selamat kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana yang baru I Gusti Putu Anom Saputra.

Kepada kadis baru, Sadwi berharap Dinas Pendidikan bisa berbenah dan berubah dalam peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan. “Kami harap Dinas Pendidikan bisa diperbaiki. Banyak sekali masalah di Dinas Pendidikan amburadul. Kami harap perbaiki sistem dan SDM di Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Sadwi mencontohkan seperti pengawas sekolah. Karena saat ini, satu pengawas sekolah bisa pegang 4 sampai 5 SD. “Bagaimana bisa melakukan pengawasan maksimal karena kerja hanya untuk mendapat nilai. Semua dinilai baik-baik saja. Sementara ada masalah tidak dilaporkan seperti atap sekolah jebol. Kejujuran harus ditanamkan. Kepala sekolah dan pengawas yang harus diingatkan dulu bagaimana mereka bekerja secara profesional,” kata Sadwi.

Baca juga :  Jegog Jembrana Menggema di Panggung PKB Ke-44

Sementara Ketua Komisi I DPRD Jembrana, Ida Bagus Susrama mengatakan permasalahan dana DAK tahun 2022 karena ada jadwal yang harusnya rutin pada Agustus, namun malah maju deadline/eksekusinya di akhir Juli 2022, sehingga ada paket yang tidak bisa dibiayai dari DAK.

“Ada beberapa sekolah yang tidak bisa dibiayai DAK, sekitar Rp9 miliar. Ini terdiri dari fisik dan pengawasan. Ini akan kami carikan solusi untuk menutup karena memang urgent dan prioritas,” kata Susrama.

Baca juga :  Jembrana Komitmen Kurangi Sampah Plastik untuk Bali "Resik"

Di anggaran 2023, pihaknya sepakat dengan Dinas Pendidikan penganggaran ada beberapa sekolah yang sudah tidak mungkin digunakan proses belajar mengajar. Ada 11 sekolah yang diusulkan dan ada tambahan lagi 3 sekolah, sehingga totalnya menjadi 14 sekolah.

“Nanti kami akan bahas dalam rapat badan anggaran untuk penganggaran tahun 2023. Jika nanti dalam penjabaran program kegiatan ada kekurangan anggaran bisa ditambah dari APBD,” jelasnya.

Baca juga :  Adi Arnawa Tinjau Vaksinasi Booster Pemuka Agama dan Masyarakat

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi pembahasan bersama Komisi I DPRD Jembrana. “Dengan adanya beberapa solusi yang sudah disepakati, kami berharap nantinya segala permasalahan bisa diatasi. Proses belajar mengajar juga nantinya bisa lebih lancar,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini