Gianyar Ajukan Dua Taman Bermain untuk Distandardisasi Kementerian PPPA

picsart 22 09 07 14 39 38 787
RAPAT - Rapat pembahasan tempat bermain dengan Kementerian PPPA di ruang kerja Wakil Bupati Gianyar, Rabu (7/9/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Pemkab Gianyar telah berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) sejak 2014. Berbagai upaya dilakukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak. Salah satunya dengan menyediakan ruang khusus yang aman dan nyaman bagi anak untuk bermain. Dalam upaya menyediakan ruang bermain yang ramah anak, Pemkab Gianyar mengajukan taman bermain anak di Alun-alun Gianyar dan taman bermain di Puspem Payangan untuk distandardisasi oleh Kementerian PPPA RI. Ruang bermain anak yang terstandardisasi akan menyandang status sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Proses standardisasi telah dilaksanakan sejak 2021 dengan penyusunan rencana kerja, sosialisasi dan advokasi, penetapan pendamping, proses pendampingan, self assessment pengisian Borang Penilaian, hasil self assessment. Hingga saat ini, proses standardisasi dua ruang bermain anak tersebut telah memasuki tahap koordinasi hasil penilaian.

Baca juga :  Gerai Senyum, Layanan Lengkap dan Mudah!

Hasil self assessment disampaikan tim pendamping RBRA Kementerian PPPA kepada Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun bersama OPD terkait di ruang kerja Wakil Bupati Gianyar, Rabu (7/9/2022).
Pertemuan tersebut, selain dihadiri tim pendamping, juga dihadiri Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian PPPA, Rohika Kurniadi Sari secara daring.

Rohika dalam pengarahannya menyampaikan, dalam memenuhi hak dasar anak dan mewujudkan kebahagiaan anak, tidak hanya melalui ruang bermain anak yang terstandardisasi.
Dia minta agar terbentuk desa/kelurahan ramah anak, sekolah ramah anak, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Baca juga :  Jadi Klaster Corona, Toko Bangunan Ditutup Sementara

Dari hasil self assessment yang disampaikan tim pendamping, beberapa persyaratan wajib belum terpenuhi dengan tepat. Di antaranya, tersedianya alat bermain khusus anak penyandang disabilitas, kamera pemantau yang mengcover seluruh area ruang bermain, surat keterangan bahwa alat bermain aman digunakan.

Tim RBRA Kabupaten Gianyar masih memiliki waktu untuk memenuhi kekurangan yang ditemukan dalam self assessment.
Menyikapi hasil penilaian tersebut, Wabup Agung Mayun menyatakan siap menindaklanjuti arahan tim pendamping. “Saya minta kepada rekan-rekan Kepala OPD yang tergabung dalam tim RBRA ini agar mengatensi arahan tim pendamping dan memenuhi semua yang dipersyaratkan,” pintanya.

Dia juga mengaku siap menyambut kedatangan tim audit yang nanti direncanakan melakukan audit lapangan pada Oktober mendatang. “Akan kami laporkan hasil pertemuan hari ini kepada Bapak Bupati dan minta arahan beliau untuk tindak lanjutnya,” katanya.

Baca juga :  Suiasa Ajak Petugas Awasi Mobilitas Penduduk dari Luar Daerah

Kepala Dinas P3AP2KB, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, mengatakan, standardisasi ruang bermain anak ini bertujuan menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan dan keamanan bagi anak. Selain itu, jaminan dalam kesetaraan antar gender serta kesetaraan antara anak normal dengan anak disabilitas dan berkebutuhan khusus (special need). “Dalam UU Nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian, memang ada standardisasi pelayanan-pelayanan pumum yang disiapkan oleh pemerintah daerah sehingga dalam penyelenggaraan ruang bermain ini kita memerlukan standardisasi, juga sebagai salah satu dukungan dalam kabupaten layak anak,” tegas Cok Trisnu. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini