Angka Prevalensi Stunting di Bangli Masih Tinggi

picsart 22 09 07 17 14 03 917
STUNTING - Wakil Bupati Bangli, yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, I Wayan Diar, dalam rembuK Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, Rabu (7/9/2022). DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Persoalan stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bangli. Sebab, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terlambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Di mana untuk kabupaten, prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Kabupaten Bangli mencapai 11,8 %. Ini artinya tingkat prevalensi stunting masih tinggi.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Bangli yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, I Wayan Diar,
dalam rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli yang diselenggarakan di ruang rapat Dinas Kesehatan, Rabu (7/9/2022).

Baca juga :  Awasi Politik Uang di Masa Tenang, Bawaslu Bangli Gelar Ini

Diungkapkannya, sesuai dengan strategi nasional telah ditetapkan 5 (lima) pilar dalam percepatan penurunan stunting di antaranya, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, provinsi, pemerintah daerah kabupaten, kota, dan pemerintah desa. “Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama untuk menurunkan angka stunting ini,” ucap pria yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Bangli itu.

Diar berharap, melalui rapat ini semua pihak bekerjasama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi dan pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan penganggaran sesuai lokus yang disepakati bersama. “Kita harap dengan upaya maksimal bisa mendapatkan hasil yang baik, dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Putri Koster Minta RS Pajang Lukisan di Setiap Lorong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini