Bunut Tumbang Timpa Sejumlah Palinggih di Metro Kelod

picsart 22 09 08 12 32 59 493
TUMBANG - Petugas BPBD Bangli saat melakukan penanggulangan pohon bunut tumbang di Banjar Metro Kelod, desa Yangapi, Tembuku, Bangli, Kamis (8/9/2022). DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Satu pohon jenis bunut tumbang menimpa dan merusak sejumlah palinggih di Pura Dadia Pasek Gelgel, Banjar Metro Kelod, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli, Kamis (8/9/2022). Posisi tumbangnya pohon dengan ukuran yang cukup besar ini, melintang ke jalan raya penghubung Desa Yangapi-Tembuku, sehingga menyebabkan arus lalu lintas di jalur tersebut sempat lumpuh.

Pengempon Pura Dadia Pasek Gelgel Metro Kelod, Penyarikan Nyoman Pujung, mengungkapkan, pohon tumbang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis dini hari. “Sebelum kejadian, hujan deras mengguyur sejak kemarin. Kemungkinan karena berat diguyur air hujan dan kondisi pohon juga sudah lapuk, sehingga pohon bunut ini tumbang,” jelasnya.

Baca juga :  Belum Lama Bebas, Aldi Yasa Mencuri Lagi

Dikatakannya, pohon yang tumbuh di areal Pura Pasek Gelgel sejatinya sudah pernah dilakukan pemangkasan beberapa tahun silam.
Tumbangnya pohon tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah palinggih di Pura yang diempon sebanyak 192 KK tersebut. “Palinggih yang rusak di antaranya palinggih gedong betel, sanggaran dan tembok penyengker pura sepanjang kurang lebih enam meter,” paparnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material yang ditimbulkan, kata Pujung, diperkirakan mencapai Rp 60 juta. “Kami harap ada perhatian pemerintah untuk bisa membantu meringankan upaya perbaikan palinggih yang rusak ini,” harapnya.

Baca juga :  Angka Prevalensi Stunting di Bangli Masih Tinggi

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, ditemui di lokasi mengaku baru menerima laporan tersebut sekitar pukul 05.00 wita. Tak berselang lama, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang agar akses jalan bisa dilalui kendaraan lagi. “Akibat kejadian ini, arus lalin memang sempat tertutup total. Tapi saat ini, kendaraan sudah bisa melintas walaupun saat penanggulangan sempat kita terapkan buka tutup,” katanya.

Disampaikan, sesuai prakiraan BMKG cuaca ekstrem telah mulai melanda wilayah Bali yang puncaknya akan terjadi pada akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023. “Dampak cuaca ekstrem itu, telah mulai melanda wilayah Bangli sejak seminggu terakhir. Di mana curah hujan tinggi sudah mulai terjadi,” sebut Agus Sutapa.

Baca juga :  Cari Bambu, Jatuh ke Sungai, Pelajar SMA Hilang

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap siaga dan waspada serta mengenali potensi ancaman bencana di sekitar. “Masyarakat juga kita minta untuk tidak ragu-ragu menghubungi BPBD guna mengurangi risiko atau meminimalisir dampak-dampak bencana. Tentunya kami akan selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini