Polda Bali Awasi Kawasan Tempat Tinggal Terduga Teroris di Bali

picsart 22 09 08 15 15 45 843
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto

Kereneng, DENPOST.id

Terduga teroris, FSI (28) dan istrinya berinisial DYA yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, memang pernah tinggal di Bali. Keduanya digerebek Densus di rumah kontrakannya di Dusun Banjarejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (6/9/2022) siang.

Sebelumnya, FSI dan istrinya diketahui tinggal di Jalan Satelit No. 40 R Bumi Asri, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat. Kemudian pascamusibah erupsi Gunung Semeru, sekitar Februari 2022 lalu, FSI pidah dan menetap di Lumajang. “Firdaus dan istrinya tergabung dalam relawan erupsi Gunung Semeru. Setelah semua pengungsi direlokasi, dia lantas tinggal di rumah kontrakan,” kata seorang sumber polisi.

Baca juga :  Sepekan, Ribuan Anjing Liar di Pesisir Pantai Divaksin

Informasi terkait FSI beralamat di Jalan Satelit No. 40 R Bumi Asri, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. “Ya lokasi rumahnya di Bali, memang pernah tinggal di Bali,” katanya.

Apakah Densus telah berkoordinasi dengan Polda Bali pascapenangkapan Firdaus, terutama terkait keamanan dalam mengantisipasi teror? “Di Bali ada juga Densus yang bertugas. Untuk koordinasi sifatnya silent. Tapi tentunya dilakukan pengawasan dan penelusuran terhadap warga di tempat tinggal Firdaus di Denpasar. Termasuk perangkat desa dan lainnya,” imbuhnya.

Baca juga :  Bendesa Agung Apresiasi Adaptasi Pecalang Amankan Wilayah

Apa upaya Polda Bali pasca penangkapan terduga teroris tersebut? Ditanya begitu Stefanus mengatakan pengamanan dan pengawasan terhadap penduduk pendatang telah dilakukan sejak lama di Bali. Polda Bali juga melibatkan aparat desa dan pengamanan desa untuk menjaga wilayahnya masing-masing. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini