LPD Kedonganan Bantu Siswi Yatim yang Nunggak SPP Hingga Rp10 Juta

picsart 22 09 08 19 28 06 093
BANTU BIAYA - Listya Dewi, bersama Ketua LPD Kedonganan, Ketut Madra, serta keluarganya tampak sumringah setelah LPD Kedonganan siap membantu biaya sekolahnya.

Kedonganan, DENPOST.id

Seorang remaja putri, Ni Luh Listya Dewi (15), salah seorang siswa di SMP Taman Sastra Jimbaran, terancam tidak bisa meraih mimpi menggapai pendidikan yang diharapkannya. Semangat siswi yatim piatu ini, pantang kenal lelah menimba ilmu patut diacungi jempol di tengah tiadanya biaya. Perjuangan keras siswa beralamat di Banjar Pasek Kedonganan inipun sempat viral di media sosial.

Tekad kuat dan kegigihannya agar tetap bisa bersekolah di tengah biaya SPP yang belum terbayar sempat diposting oleh akun FB sebuah komunitas. Melalui postinganya tersebut, komunitas peduli ini mengetuk semua kalangan untuk membantu mewujudkan cita-cita Listya Dewi, agar bisa terus melanjutkan sekolahnya. Sebab, saat ini Listya Dewi tercatat masih menunggak biaya SPP sejak kelas 1 hingga kelas 3 SMP sebesar Rp10.500.000.

Mengetahui kejadian ini, pihak LPD Kedonganan langsung mengundang Listya Dewi beserta keluarganya, Kamis (8/9/2022). Listya Dewi yang datang didampingi keluarganya sempat meneteskan air mata ketika ditanya akan perasaannya. Terlebih setelah mengetahui kalau LPD Kedonganan akan membantu permasalahan yang dihadapinya.

Listya Dewi yang datang mengenakan pakaian adat berwarna merah tersebut, membenarkan kalau hingga kini masih menunggak SPP di sekolahnya. Namun, dia berterimaksih karena pihak sekolah tetap mengijinkan dirinya untuk tetap belajar di sekolah tersebut. Bahkan pihak sekolah tidak pernah memanggilnya terkait penunggakan SPP tersebut.

Baca juga :  Balai Pertemuan Terancam Dibongkar, Warga Kesambi Baru Resah

Demikian juga teman-temannya tidak sampai ada yang membully terkait permasalahan yang dihadapinya. Dia mengakui sempat khawatir tidak bisa melanjutkan cita-citanya untuk terus bersekolah. Bahkan bisa meneruskan cita-citanya ke sekolah kejuruan.

Namun, kini dia kini merasa plong setelah LPD Kedonganan membantu membayar tunggakan SPP-nya. Bahkan akan menanggung biaya sekolahnya hingga ke perguruan tinggi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada LPD Kedonganan yang telah membantu biaya sekolah saya. Semoga, LPD Kedonganan semakin maju ke depannya,” ujarnya.

Baca juga :  Vidcon Dengan Presiden Jokowi, Wabup Suiasa Laporkan Ini

Sementara Kepala LPD Kedonganan, Ketut Madra mengaku sempat kaget ada warga Kedonganan yang tidak bisa membayar biaya sekolah. Karena itu, pihaknya di LPD sudah sejak lama memiliki program beasiswa untuk krama adat Kedonganan.

“Semua sudah berjalan cukup lama. Karenanya saya kaget dan tidak mau asal bicara tapi harus berdasarkan data base,” ujarnya.

Setelah ditelusurinya, ternyata sebelumnya keluarga Listya Dewi termasuk keluarga yang mampu. Bahkan memiliki tabungan jumlahnya yang cukup banyak, yakni Rp45 juta sampai Desember 2020. Karenanya di data base LPD Kedonganan keluarga Listya Dewi tidak masuk dalam keluarga tidak mampu. Namun, selanjutnya setelah ayahnya meninggal perlahan jumlah tabungan keluarganya terus menyusut hingga akhirnya tercatat nol.

Sedangkan ibunya sudah menikah lagi. Meski demikian, dengan kondisi Listya Dewi saat ini, pihaknya akan membantu melunasi SPP siswa tersebut yang masih menunggak. Bukan itu saja, LPD Kedonganan juga akan membantu biayanya hingga selesai di perguruan tinggi.

Baca juga :  RSUD Klungkung Rawat 10 Pasien Covid-19 dari Luar Kabupaten

Sebelumnya Kepala SMP Taman Sastra Jimbaran, I Komang Budhiarsa juga membenarkan kalau Listya Dewi merupakan salah seorang siswi di sekolahnya. Budhiarsa juga tidak menampik kalau siswinya tersebut masih menunggak SPP dari kelas 1 sampai 2. Termasuk juga SPP di kelas 3 yang sudah berjalan 2 bulan. “Itu (menunggak biaya SPP) memang benar terjadi. Kami tidak memotong hak siswa untuk belajar, jadi dari awal sekolah dia tetap mendapat pelajaran. Naik ke kelas 2, kami tetap berkomitmen memberi pelayanan belajar mengajar,” paparnya sembari menambahkan kalau pihaknya di sekolah sangat mengerti keadaan siswi tersebut. Terlebih saat ini kondisi pandemi Covid-19. (sug)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini