Geledah Kos Terduga Teroris, Densus 88 Amankan Buku Jihad, Golok, dan Anak Panah

kos teroris1
BEKAS KOS FIRDAUS - Mulut gang menuju bekas kamar kos Firdaus di Jalan Satelit No.40, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denbar. Lokasi inilah yang digeledah Densus 88 Antiteror, Rabu (7/9/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Dauh Puri, DenPost.id

Densus 88 Antiteror menggeledah kamar kos terduga teroris, Firdaus (28), di Jalan Satelit No.40, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat (Denbar), Rabu (7/9/2022). Sekitar 10 petugas melakukan penggeledahan di sana.

Dari kamar kos ukuran kecil, Densus menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan terorisme berupa buku jihad, golok, dan anak panah. Selain mengamankan barang bukti di kamar kos yang sudah enam bulan ditinggal pergi oleh Firdaus bersama istrinya berinisial DYA dan kedua anaknya itu, aparat juga menginterogasi ayah dan ibu Firdaus yakni Basuki (65) dan Siti Juariah (59).

Menurut sumber DenPost.id, Kamis (8/9/2022) kemarin, Firdaus tinggal di Jalan Satelit, Dauh Puri Kelod, sejak kecil. “Saat kecil hingga remaja, Firdaus biasa bergaul dengan warga sekitarnya. Namun setelah menikah, dia tertutup terhadap warga,” tegas sumber itu.

Tidak hanya tertutup, Firdaus juga mengikuti aliran keras. Hal itu ketahuan ketika Firdaus ikut demo Presidium Alumni 212 (PA 212) di Jakarta bersama FPI beberapa tahun lalu sebelum ormas itu dibubarkan pemerintah. “Firdaus juga sempat bekerja di Bima, NTB,” ungkap sumber tadi.

Baca juga :  Puluhan Reklame Mini Dibongkar Satpol PP

Sedangkan ibu kandung Firdaus, Siti Juariah, mengaku tak menyangka bila anak keduanya itu diduga terlibat tindak pidana terorisme. Ibunya baru tahu setelah sang anak dan menantunya berinisial DYA ditangkap Densus 88. “Sebelum berangkat ke Lumajang, Jatim, Firdaus bekerja di Bima, NTB. Saat itu dia mengerjakan proyek irigasi, air minum, dan embung,” tandasnya.

Untuk diketahui, Firdaus Salam Isnanto dan istrinya ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di rumah kontrakan mereka di Dusun Banjarejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jatim, Selasa (6/9) siang. Sebelum ke Lumajang, pasutri ini di Jalan Satelit No.40 R, Bumi Asri, Desa Dauh Puri Kelod, Denbar. Pasca-erupsi Gunung Semeru, Jatim, Firdaus dan keluarganya pindah dan menetap di Lumajang, Jatim, pada Februari 2022, “Firdaus dan istrinya tergabung dalam relawan erupsi Gunung Semeru. Setelah semua pengungsi direlokasi, mereka lantas tinggal di rumah kontrakan,” kata sumber polisi.

Baca juga :  Rai Mantra-Jaya Negara Purna Tugas, Made Toya jadi Plh Walikota

Di tempat terpisah Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis kemarin, mengatakan bahwa memang benar Firdaus dan keluarganya pernah tinggal di Bali.

Apakah Densus telah berkoordinasi dengan Polda Bali pasca-penangkapan Firdaus terutama mengenai keamanan untuk mengantisipasi teror? Di Tanya demikian, Kombes Bayu Setianto mengungkapkan bahwa di Bali juga ada Densus yang bertugas. ‘’Untuk koordinasi sifatnya silent. Tapi tentunya tetap ada pengawasan dan penelusuran terhadap warga di tempat tinggal Firdaus di Denpasar. Termasuk perangkat desa dan lainnya,” ungkap Kabid Humas.

Baca juga :  Terseret Ombak di Pantai Biaung, Pria Asal Sumba Nyaris Tewas 

Mengenai langkah Polda Bali pascapenangkapan terduga teroris tersebut, Bayu Setiono mengatakan pengamanan dan pengawasan terhadap penduduk pendatang (duktang) telah dilakukan sejak lama di Pulau Dewata. Polda Bali juga melibatkan aparat dan pengamanan desa untuk menjaga wilayah masing-masing. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini