Terduga Teroris yang Ditangkap di Lumajang, Tinggal Sejak Kecil dan Kuliah di Bali

picsart 22 09 09 09 23 09 597
TEMPAT TINGGAL - Tampak depan areal kos-kosan tempat tinggal Firdaus di Jalan Satelit Nomor 40, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat.

Padangsambian, DENPOST.id

Terduga teroris, Firdaus Salam Isnanto (28) yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Dusun Banjarejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candi Puro, Lumajang, Jawa Timur, ternyata lahir dan besar di Denpasar. Setelah lulus kuliah di Politeknik Bali dengan mengambil jurusan Program Studi Teknik Sipil, Firdaus merantau ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Firdaus bekerja di salah satu perusahaan alat berat di Bima yang mengerjakan proyek irigasi, air minum dan embung. Kemudian pria yang beralamat di Jalan Satelit Nomor 40, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat itu lantas menikah dengan istrinya berinisial DYA dan memiliki dua anak. “Di Denpasar dia tinggal sejak kecil bersama kedua orangtuanya. Dia tinggal di kompleks kos-kosan padat dan semuanya merupakan penduduk pendatang,” kata salah seorang kerabat dekat Firdaus, Kamis (8/9/2022).

Baca juga :  Polisi Ungkap Fakta Baru Terkait Pemuda Asal Tenganan yang Diduga Tewas Dibegal

Saat masih remaja, Firdaus bergaul biasa dengan warga sekitar di Jalan Satelit, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat. Namun setelah beranjak dewasa dia mulai pendiam dan menutup diri dari orang-orang sekitar. “Dia semakin religius. Dan, saat demo Presidium Alumni 212 di Jakarta dia ke sana dan bergabung dengan FPI,” ungkapnya.

Sekitar enam bulan yang lalu, Firdaus kembali dari Bima dan sempat pulang ke Denpasar. Hingga akhirnya perusahaan tempatnya bekerja di Bima menugaskannya mengurus proyek pembangunan 2.000 unit rumah untuk pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. “Dia juga mengajak istri dan dua anaknya,” katanya.

Baca juga :  Motif Pembunuhan Pemilik Warung di Sanur Masih Misteri

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Satake Bayu Setianto, mengatakan, pascapenangkapan terduga teroris di Lumajang, Jawa Timur yang diketahui berasal dari Bali, Polda Bali telah meningkatkan kewaspadaan. “Terkait penangkapan itu nanti Mabes Polri yang kasi penjelasan. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polda Bali meningkatkan pengamanan. Salah satunya berkomunikasi intens dengan Densus 88 yang ada di Bali,” tegasnya, Jumat (9/9/2022). (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini