Perumda Pasar Argha Nayottama Bantu Kendalikan Inflasi

picsart 22 09 11 17 57 32 833
Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama, Made Agus Yudiarsana.

Singaraja, DENPOST.id

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi keresahan di tengah masyarakat, seiring dengan kenaikan harga bahan pokok. Untuk itu, Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng, dilibatkan dalam pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Buleleng, terkait pasokan bahan pokok dalam hal ini cabai yang terdistribusi di pasar rakyat.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama, Made Agus Yudiarsana, Minggu (11/9/2022), mengatakan strategi perumda yang dipimpinnya dalam pengendalian inflasi di daerah, yakni dengan melakukan intervensi berupa penyetaraan harga pada komoditi cabai yang dijual pedagang di bawah naungan manajemen Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng.

Baca juga :  Gelar Tajen, Fotografer Lepas "Dijuk" Polisi

Agus akan menerapkannya pada dua pasar besar di Buleleng, yakni Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri. Dua pasar tersebut, dipilih karena dianggap menjadi pasar induk yang menjadi objek pengendali harga pasar di daerah yang lebih kecil. Hasil intervensi yang juga melibatkan produsen tersebut, diakuinya menjadikan harga cabai pada saat Juli diturunkan dari harga yang sebelumnya Rp100 ribu/kg menjadi Rp62 ribu/kg.

Agus menambahkan selain melakukan intervensi kepada pedagang pasar, Perumda Pasar Argha Nayottama melakukan strategi berupa pembukaan gerai pada dua pasar besar di Buleleng, sebagai bentuk pengawasan sekaligus acuan harga kepada pedagang di pasar. Hal tersebut dinilai efektif karena dapat meminimalisir ketimpangan harga antara pedagang besar dan pedagang kecil yang ada di pasar.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Bandara Ngurah Rai Pasang Alat Pemindai Suhu Tubuh

“Kami menggencarkan strategi model itu, terutama kepada pedagang-pedagang yang menjadi bagian dari pengelolaan kami,” ungkap Agus.

Disinggung mengenai dukungan dari pemerintah, pihaknya telah memperoleh stimulus subsidi untuk moda transportasi pengangkut cabai dari lingkup petani ke pengepul hingga sampai ke pasar. Agus optimis stimulus itu, dapat menjaga harga cabai tidak naik secara fluktuatif seperti Juli 2022. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini