Dua Dokter “Bersaing” Jadi Direktur RSUD Klungkung

picsart 22 09 11 19 55 32 485
Tokoh Masyarakat Klungkung, Dewa Made Widiyasa Nida.

Semarapura, DENPOST.id

Pascaditinggal almarhum dr. Nyoman Kesuma, posisi Direktur RSUD Klungkung saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Ada dua sosok dokter, kini disebut-sebut berpeluang dan “bersaing” untuk menduduki jabatan strategis dalam menajemen rumah sakit tersebut.

Kedua sosok dokter tersebut, yakni drg. IGA Ratna Dwijawati, M.Kes., dan dr. I Nengah Winata, Sp.B-KBD. IGA Ratna Dwijawati berasal dari Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Iapun saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Klungkung, sekaligus dipercaya sebagai Plt. Direktur.

Sementara dr. I Nengah Winata menjabat sebagai penanggungjawab unit bedah sentral. Iapun juga sangat berpeluang menduduki kursi Direktur RSUD Klungkung, karena berasal dari Nusa Penida. Apalagi Bupati Nyoman Suwirta, yang juga asal Nusa Penida punya hak prerogatif memiih satu dari tiga nama yang direkomendasikan oleh Komsi ASN, setelah lolos seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).

Namun, pengisian Direktur RSUD Klungkung mendapat perhatian dari salah seorang Tokoh Masyarakat Klungkung, Dewa Made Widiyasa Nida. Bahkan Dewa Nida, sapaan akrab pria asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini mendorong bupati supaya profesional dalam memilih dan menempatkan pejabat. Apalagi sudah ada ketentuan yang mengamanatkan dilakukan melalui seleksi terbuka.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Pantau Vaksinasi Drive Thru di Kuta

“Yang terpenting adalah jangan sampai seleksi terbuka itu hanya sekadar formalitas, biar tidak rugi melaksanakannya,” ungkap Dewa Nida, kepada wartawan, Minggu (11/9/2022).

Menurut Dewa Nida, meskipun Undang-undang memberikan kewenangan kepada bupati untuk memilih satu orang dari tiga nama yang direkomendasikan Komisi ASN, dalam memilih itu bupati diingatkan untuk mengedepankan penilaian profesionalisme. “Tujuan dari diadakannya lelang jabatan secara terbuka kan untuk mendapatkan pejabat berkualitas, berintegritas dan profesional. Lebih-lebih posisi direktur rumah sakit, berkaitan dengan pelayanan dasar (kesehatan) masyarakat,” katanya.

Baca juga :  Dewan Harapkan ASN Ditempatkan Berdasarkan Fungsi dan Keahlian

Sementara Kepala Badan Kepegawaian,Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung, Komang Susana ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengusulkan anggaran dalam PBD Perubahan Tahun 2022, untuk mendukung kegiatan seleksi terbuka JPTP. Apalagi ada tiga jabatan eselon II yang saat ini kosong, yakni Kepala Badan Kesbang, Staf Ahli, dan Direktur RSUD Klungkung.

“Kami sudah memasang anggaran di APBD Perubahan 2022, masih menunggu itu. Perkiraan seleksi terbuka dilaksanakan Oktober. Seleksi terbuka bisa diikuti se-Provinsi Bali,” ujar Susana. (119)

Baca juga :  Antisipasi Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Gianyar Koordinasi dengan Kesbangpol

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini