Kejari Jembrana Bebaskan Tersangka Kasus Laka Lantas dan Pencurian

picsart 22 09 12 17 47 54 603
RESTORATIVE JUSTICE - Pemberian restorative justice (RJ) kepada tersangka laka lantas dan pencurian, di Kejari Jembrana, Senin (12/9/2022).

Negara, DENPOST.id

Seorang tersangka kasus laka lantas di Jembrana, Gede Eka Juliana diberikan kebebasan setelah melalui proses restorative justice (RJ) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (12/9/2022).
Tersangka sebelumnya disangka melanggar pasal 310 ayat 4 jo pasal 12 ayat 1 UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan.

Selain Eka Juliana, kebebasan juga diberikan untuk tersangka pencurian yakni Herry Prasetya yang mencuri uang dan barang milik warga negara asing (WNA).

Kepala Kejari Jembrana, Salomina Meyke Saliama, didampingi Kasi Pidum, Delfi Trimariono dan Kasi Intel Wuryanto, mengatakan, korban baik kecelakaan dan pencurian sudah memaafkan perbuatan tersangka.

Sebelumnya kecelakaan maut terjadi pada Senin (4/7/2022) malam di Jalan umum jurusan Denpasar – Gilimanuk KM,88-89 Banjar Munduk, Desa Pohsantan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Kymco DK 3215 ABV yang dikendarai Adhi Mas Putra Farhandika (21) dari Banjar Yeh Sumbul, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana
dengan sepeda motor Yamaha Vega DK 2664 IZ yang dikendarai I Gede Eka Juliana (49) dari Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Kymco yakni Adhi Mas Putra Farhandika (21) meninggal dunia.

Baca juga :  Jelang Nataru, Kapolsek Melaya Sambangi Tokoh Agama untuk Penerapan Prokes dan PeduliLindungi

Perkara tersebut telah dimintakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.
Orang tua korban dan keluarga korban juga telah memaafkan tersangka dan berharap perkara ini tidak dilanjutkan ke persidangan karena pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan hal ini merupakan musibah yang tidak ingin dialami oleh siapapun.

Begiti pula dengan kasus pencurian yang menimpa seorang WNA. Korban juga telah memaafkan tersangka Herry Prasetya sehingga Kejari Jembrana menerapkan Restorative Justice (RJ) pada proses perkara pencurian dompet tersebut.

Baca juga :  Gilang Adrianto Dilimpahkan ke Kejari Jembrana

Kajari Salomina Meyke Saliama mengatakan, jaksa sebagai fasilitator melakukan upaya perdamaian dengan menghadirkan para pihak baik korban maupun tersangka Herry Prasetya dan keluarganya.
Korban berharap tersangka belajar dari kasus yang dihadapi agar tidak melakukan hal seperti itu lagi di kemudian hari. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini