Perumda Panca Mahottama Klungkung Lakukan Efisiensi

picsart 22 09 12 19 11 56 984
Dirut Perumda Panca Mahottama, Nyoman Renin Suyasa.

Semarapura, DENPOST.id

Kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik mulai mempengaruhi biaya operasional dari pelayanan air bersih di Perumda Panca Mahottama Klungkung. Tak tanggung-tanggung, biaya listrik perumda yang melayani air bersih ini membengkak hingga Rp150 juta perbulan.

Kondisi inipun tidak ditampik Dirut Perumda Panca Mahottama, I Nyoman Renin, Senin (12/9/2022). Menurut Renin, kenaikan biaya operasional sudah dirasakan sejak kenaikan tarif dasar listrik pada Juli 2022. Pascakenaikan itu, biaya listrik membengkak mencapai Rp150 juta perbulannya.

Baca juga :  Napi dan WNA di Bangli Jalani Vaksinasi Tahap Dua

“Pompa kami dioperasikan dengan listrik. Sehingga saat tarif dasar listrik naik, biaya operasional juga membengkak,” ujar Renin.

Sementara untuk kenaikan harga BBM, diakui Renin juga berimbas pada operasional mobil tangki PDAM. Termasuk kenaikan harga berbagai asesoris untuk pemasangan sambungan baru. Bahkan dengan kondisi tersebut, pihaknya di perumda terpaksa melakukan efisiensi.

“Imbas kenaikan BBM justru pada kenaikan harga asesoris. Kami juga lakukan efisiensi. Jika ada yang sekiranya bisa ditunda, kami tunda dulu,” katanya.

Baca juga :  "Tumpek Uye", Pemkab Klungkung Lepasliarkan Hewan dan Biota Laut

Sementara untuk tarif air di Klungkung masih tetap sama. Demikian halnya tarif pasang sambungan air juga masih tetap tidak berubah, walau membengkaknya biaya operasional.

“Biaya sambungan baru ke rumah dulu Rp2,8 juta, sekarang justru turun jadi Rp2,5 juta karena sejak 2022 ini tidak dikenakan pajak PPN,” ungkap pria asal Nusa Penida ini. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini