Jaga Stabilitas Harga, Operasi Pasar Perumda Denpasar Berlanjut

picsart 22 09 12 19 14 55 728
BANTUAN - Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, IB Kompyang Wiranata, saat menerima bantuan dana untuk subsidi operasi pasar dari Inti Bali, Minggu (11/9/2022).

Dauh Puri, DENPOST.id

Guna memastikan stabilitas harga, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar memastikan operasi pasar akan terus dilaksanakan. Kali ini, operasi pasar difokuskan di Pasar Badung, dan Pasar Kereneng.

Itu ditegaskan Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, di sela-sela penyerahan bantuan dana untuk subsidi operasi pasar dari Inti Bali, Minggu (11/9/2022), di Plaza Pasar Badung.

Dikatakan dia, operasi pasar yang didukung berbagai pihak, seperti Pemkot Denpasar melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus dilaksanakan guna terciptanya stabilitas harga. ‘’Terima kasih kepada Inti Bali, Pinti Bali, dan Minnan Bali atas bantuan dana, serta kegiatan bagi kue yang dilaksanakan di Plaza Pasar Badung,’’ kata Kompyang Wiranata.

Selain menyerahkan bantuan dana Rp12 juta untuk mendukung operasi pasar yang dilaksanakan perumda pasar, kunjungan keluarga besar Tionghoa ke Pasar Badung juga serangkaian menyambut Festival Kue Bulan (Mooncake Festival). Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Inti Bali, Dr. Putu Agung Prianta, didampingi Pembina Inti Bali, Sudiarta Indrajaya juga dibagikan kue bulan kepada pelaku pasar, seperti tukang suwun, juru parkir, Lentera Anak Bali, dan pengunjung pasar.

Baca juga :  Aksara Bali Segera Sejajar Dengan Aksara Lain, Ini Kata Koster

Turut hadir dalam kunjungan itu, Ketua Minnan Bali, Salma Waka; Ketua Pinti Bali, Ninik Liliani; Ketua Inti Denpasar, Tantra Wiguna; Ketua Inti Badung, Darmawan Darmansyah; Pembina IKBS, Romo Kayan; Koordinator IKBS Renon, Kang Sim Fei,,dan Panitia Festival Kue Bulan, Himawan Pratama.

Menurut Pembina Inti Bali, Sudiarta Indrajaya, kegiatan ini dilaksanakan guna melanjutkan hubungan kerjasama dengan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar yang selama ini sudah berjalan baik. Kegiatan ini juga serangkaian menyambut pertengahan hari raya Imlek. Ini dilaksanakan masyarakat Tionghoa yang dinamakan Festival Kue Bulan. ‘’Hal ini sudah menjadi tradisi. Jadi, setiap pertengahan tahun hari raya ini seluruh keluarga pulang ke kampung, ke rumah-rumah tua untuk makan bersama menyambut pesta kue bulan ini. Tujuannya untuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan,’’ ujarnya. (105)

Baca juga :  Pemkab Gianyar Bangun Mall di Gedung Eks Hardys Gianyar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini