Buleleng Realisasikan 45 % BLT BBM kepada KPM

picsart 22 09 13 20 14 29 687
BLT BBM - Pembayaran BLT BBM sudah diserahkan ke masing-masing penerima.

Singaraja, DENPOST.id

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bergerak menjaga daya beli masyarakat. Pemkab Buleleng melalui bantuan dari Kemensos yang bersumber dari APBN telah menggolontorkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada masyarakat melalui Dinas Sosial Kabupaten Buleleng. Bantuan tersebut sudah diserahkan mulai minggu lalu. Sampai Selasa (13/9/2022), 45% pembayaran BLT BBM sudah terealisasikan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Nyoman Mariani Febrianti, menerangkan, Dinas Sosial memberikan pendampingan pada program BLT BBM yang mana data dari penerima BLT tersebut bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah ditentukan oleh Kemensos.

Baca juga :  PMI Buleleng Maksimalkan Donor Darah di Komunitas

“Mengenai progress, dana yang diturunkan masih bertahap, dari jumlah 46 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Buleleng, sudah 45 % menerima realisasi bantuan dana BLT BBM tersebut,” sebut Mariani.

Dikatakannya, BLT BBM ini merupakan penebalan kesejahteraan dari bantuan yang sudah ada sebelumnya yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun mekanisme dari penyaluran BLT ini yaitu data dari Kemensos dikirim melalui PT. Pos Indonesia masing-masing kabupaten, selanjutnya dari PT. Pos Kabupaten berkoordinasi dengan dinas sosial di kabupaten dengan bersama-sama menyusun jadwal untuk pencairannya. Kemudian perlakuan khusus untuk masyarakat yang menyandang disabilitas atau sedang sakit yang tidak bisa mengambil langsung nantinya ada pelayanan diantar langsung ke rumah masing-masing dari pihak PT. Pos Indonesia.

Baca juga :  Hujan Lebat, Rumah Tertimbun Longsor

“Untuk penyaluran ke desa dapat juga melalui kantor pos di kecamatan, dan melalui komunitas di masing- masing kantor desa,” katanya.

Mengenai nilai bantuan BLT BBM yang diserahkan, Mariani menyebutkan nominal yang diberikan per KPM sebanyak Rp 150 ribu. Itu diberikan selama 4 bulan mulai dari bulan September sampai Desember 2022. Pembagian bantuan tersebut akan dibagi menjadi 2 tahap, untuk tahap satu diserahkan langsung untuk alokasi 2 bulan yaitu September dan Oktober 2022. Jadi pada bulan September ini masyarakat yang menerima bantuan tersebut akan mendapat total Rp 300 ribu per KPM. Dan, pada tahap satu ini KPM juga langsung mendapat dana BPNT yaitu sebesar Rp 200 ribu per KPM. Jadi total bantuan pada tahap 1 yang diterima oleh KPM yaitu Rp 500 ribu per KPM.

Baca juga :  Ketua KUKB Protes Jonkhoff ke Bali Atas Nama Advokat Belanda

“Data yang dari kementerian ini merupakan dana yang bersumber dari BPNT dan PKH yang masih termasuk dalam DTKS, dan penentuan kelayakan itu adalah kewenangan dari desa melalui musyawarah desa (musdes) terlebih dahulu” tegas Mariani.

Dia berharap BLT BBM yang sudah diberikan dan dengan tambahan juga dari program-program sebelumnya bisa dimanfaatkan maksimal oleh para penerima. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini