Biaya TDL dan Operasional Naik, Perumda Rencana Sesuaikan Tarif Air

picsart 22 09 14 15 30 17 514
PERBAIKAN - Perbaikan jaringan PLN yang berdampak pada terganggunya pendistribusian air bersih bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, beberapa waktu lalu. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Sejak beberapa bulan lalu, biaya operasional Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli dilaporkan mengalami peningkatan. Kenaikan ini disebabkan naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL). Karenanya pihak Perumda harus melakukan penyesuaian tarif air. Tarif baru disamaratakan di seluruh kecamatan.

“Saat ini ada perbedaan tarif di Kintamani dan tiga kecamatan lainnya. Penyesuaian tarif dilakukan akibat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL),” kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, Rabu (14/9/2022).

Baca juga :  Akui Bisa Tingkatkan PAD, Bupati Bangli Juga Klaim Sesuai Aturan

Disebutkannya, saat ini Perumda mengalami peningkatan biaya operasional sebesar Rp 200 juta per bulan. Kenaikan biaya operasional sudah terjadi sejak bulan lalu. Awalnya biaya operasional Rp 700 juta, kini menjadi Rp 900 juta.

Dikatakan pula, hampir 90 persen pendistribusian air menggunakan listrik. Di mana Perumda Tirta Danu Arta memanfaatkan 30 pompa untuk 24 sumber mata air. “Penyesuaian tarif tidak hanya karena TDL, juga untuk memenuhi biaya operasional dan perawatan,” kata Dewa Ratno.

Baca juga :  Beraksi di 11 TKP, Maling Spesialis Congkel Jendela Dibekuk

Pihaknya juga menegaskan jika tarif air ini juga jadi temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena di bawah pemulihan biaya penuh atau full cost recovery (FCR). Dengan adanya penyesuaian tarif, maka tidak ada lagi perbedaan tarif antara warga di Kota Bangli dan Kintamani, maupun kecamatan lainnya. Tarif rumah tangga Rp 3.700 per meter kubik untuk di Kecamatan Bangli, Kecamatan Tembuku, dan Kecamatan Susut. Sedangkan di Kecamatan Kintamani Rp 9.000 per meter kubik.

Baca juga :  PU Bangli Lanjutkan Pembangunan Jembatan Mangkrak

Tarif air disamaratakan mengacu visi misi Gubernur Bali, I Wayan Koster yakni “one island one management”. Penyesuaian tarif masih dalam pembahasan. Tarif akan disesuaikan dalam beberapa kelompok yakni kelompok rumah tangga, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok niaga, dan lainnya. Bangli sebanyak 92 persen adalah rumah tangga. Sebab saat ini belum ada tarif khusus masyarakat berpenghasilan rendah. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini