Klungkung Siapkan Subsidi Biaya Pengiriman

picsart 22 09 14 18 00 54 938
BARANG DIKIRIM - Sejumlah barang yang dikirim dari Pelabuhan Kusamba, menuju Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung, mulai mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah Nusa Penida pascakenaikan harga BBM. Pada, Rabu (14/9/2022), Tim Pengendali Inflasi Daerah menggelar rapat untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di Klungkung daratan, termasuk di wilayah Nusa Penida.

Rapat inipun dipimpin langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, di ruang rapat kantor bupati. Dalam pertemuan tersebut, dilaporkan terjadi peningkatan harga retail yang signifikan dari harga grosir di Klungkung daratan. Begitu pula setelah tiba di kepulauan Nusa Penida, harganya juga semakin meningkat.

Baca juga :  2021, DPRD Bangli Target Tuntaskan 18 Ranperda

Contohnya harga bawang merah asal Bima. Saat ini, harga bawang merah di grosir di Pasar Galiran Rp20 ribu perkilogram. Namun, harga retail di Pasar Galiran Rp22 ribu perkilogram. Kenaikan harga bawang merah ini juga terjadi di Pasar Mentigi dan Lembongan Nusa Penida, yang telah mencapai Rp35 ribu perkilogram.

Selain bawang, harga cabai merah juga mengalami kenaikan. Kalau di Klungkung daratan harga cabai merah mencapai Rp40 ribu perkilogram. Sedangkan di Nusa Penida Rp60 ribu perkilogram. Begitu pula harga beras premium, harga grosir dijual Rp11 ribu perkilogram. Sedangkan harga retail Rp11.800 perkilogram dan di Nusa Penida harganya Rp12 ribu perkilogram.

Baca juga :  "Kole Nusa" Jadi Produk Unggulan Oleh-oleh Nusa Penida

Guna mengatasi peningkatan harga tersebut, Suwirta dalam rapat langsung mengambil langkah intervensi harga pasar dengan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Bahkan Suwirta juga menugaskan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Klungkung, untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak.

“Kita akan siapkan transportasi gratis untuk mengangkut sejumlah bahan komoditas pertanian untuk dijual melalui koperasi dan KUD kepada masyarakat langsung, bukan kepada pedagang. Dan hal ini harus segera dilakukan karena inflasi terjadi tidak dalam hitungan hari, namun hitungan jam bahkan menit, ” ungkap Suwirta.

Baca juga :  Petani dan Nelayan Kesulitan Solar, Dewan Sidak SPBN dan SPBU

Sementara menindaklanjuti tugas bupati tersebut, Kadis Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa mengaku akan menggelar rapat dengan tiga badan usaha tersebut, Kamis (15/9/2022). Diapun berharap tiga badan usaha tersebut, dapat menjual kebutuhan pokok di Nusa Penida, dengan harga yang sama di Klungkung daratan. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini