Jalan Tol Jagat Kerthi Bali juga Tumbuhkan Ekonomi Baru di Buleleng

gaya12
IB Raka Suardana dan Ketut Jaman (DenPost.id/FB)

JALAN Tol Jagat Kerthi Bali diapresiasi kalangan akademisi ekonomi hingga pariwisata di Pulau Dewata seperti guru besar FEB Undiknas Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M. Menurut dia, Jalan Tol Jagat Kerthi Bali sangat mendukung aktivitas perekonomian di Pulau Bali. Selama ini jalan yang konvensional menjadi kendala dalam menggerakan perekonomian Bali akibat keterlambatan akses yang disebabkan kondisi jalan macet, dan memakan waktu yang lama dari Gilimanuk menuju Tabanan dan Badung.

“Ekonomi itu akan tumbuh kalau ada akses, karena menghidupkan ekonomi harus ada mobilitas. Jalan Tol Jagat Kerthi Bali menjadikan aktivitas ekonomi sangat diperlancar. Termasuk dalam menyerap hasil pertanian di Tabanan pada khususnya, memberi dampak dalam memperlancar mobilitas logistik hasil pertanian. Melalui Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, hasil pertanian dapat didistribusikan ke hotel/restoran di Kabupaten Badung, misalnya,” jelas Prof. Ida Bagus Raka Suardana, Rabu (14/9) kemarin.

Baca juga :  7 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, Salah Satunya Keluarga Tukang Suwun di Pasar Gunung Agung

Dia menambahkan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali mampu mempersingkat waktu yang dulu ke Jembrana ditempuh selama tiga jam sampai empat jam, namun kini bisa satu setengah jam.

Sedangkan dari sudut pandang pariwisata, akademisi Politeknik Pariwisata STP Nusa Dua, Dr. Ketut Jaman., S.S., M.Si., menyatakan dengan adanya Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang menghubungkan Bali Selatan dengan Bali Barat, kunjungan wisatawan akan semakin menyebar dari Bali Selatan ke wilayah Jembrana dan Tabanan, termasuk Buleleng. Kelebihan Bali dibanding destinasi pariwisata di luar Bali yakni jarak tempuh antara satu Daya Tarik Wisata (DTW) dengan daya tarik wisata lain yang relatif dekat. Dalam satu hari, wisatawan, khususnya wisatawan yang berwisata dalam rombongan besar (100-200 orang), dapat mengunjungi minimal tiga DTW. Itulah sebabnya mengapa selama ini hanya lima kabupaten/kota (Denpasar, Gianyar, Bangli, Badung, dan Tabanan) yang mendapat kunjungan wisatawan terbanyak. “Jalan tol yang menghubungkan Bali Selatan dengan Bali Barat ini akan menyebarluaskan kunjungan wisatawan dari Bali Selatan ke wilayah Jembrana, termasuk ke Buleleng. Pelaku usaha perjalanan wisata juga akan semakin kreatif menyusun paket wisata yang terdiri atas sejumlah DTW di kedua kabupaten tersebut,” jelas Ketut Jaman.

Pria yang juga pengusaha jasa MICE dan UPW ini menambahkan sangat optimis jika DTW seperti Pantai Soka, Pupuan, Pantai Medewi, Perancak, Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), dan Pemuteran, akan banyak dikunjungi wisatawan bergrup.

Baca juga :  Jumat, 91 Orang Positif Covid-19 dan Tiga Pasien Meninggal di Denpasar

Lebih lanjut pengurus Asita Bali ini mengungkapkan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali juga akan menciptakan suasana aman, nyaman, terbebas dari kemacetan lalu lintas, dan alat transportasi yang confortable bagi wisatawan. “Yang diperlukan wisatawan dalam berwisata juga pemandangan yang indah selama perjalanan, mudah mencari tempat makan dan minum, serta sambutan masyarakat lokal yang sopan dan ramah. Bila jalan tol yang menghubungkan Mengwitani dengan Gilimanuk ini selesai, maka wisatawan akan betah selama perjalanan dari Bali Selatan ke Bali Barat atau sebaliknya. Artinya, keluhan karena jarak tempuh dari Denpasar ke TNBB yang selama ini dianggap jauh akan teratasi. Wisatawan hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat,” ungkap Ketut Jaman.

Baca juga :  20 Warga Dusun Terunasari Dibawa ke Rumah Singgah

Dampak yang juga ditimbulkan atas kehadiran Jalan Tol Jagat Kerthi Bali di era kepemimpinan Gubernur Koster yakni tumbuhnya pusat–pusat perekonomian baru di wilayah DTW Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, termasuk terciptanya lowongan pekerjaan bagi warga setempat. (kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini