Lokapaksa Kembangkan Kelor Unggulan, Olah Daun Jadi Teh dan Tepung

picsart 22 09 15 17 13 32 059
BUAH KELOR - Budidaya pohon kelor di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt menghasilkan daun dan buah yang berkualitas.

Singaraja, DENPOST.id

Ketika mendengar nama Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Buleleng umumnya mengenal desa itu sebagai kawasan peternakan kerbau atau “kebo” dan perkebunan anggurnya. Hasil perkebunan anggur petani di desa itu memang sangat melimpah. Begitu juga kualitas buahnya yang manis, sehingga mampu menembus pasar yang luas di seluruh Bali bahkan ke luar Bali.

Kini Pemerintah Desa Lokapaksa mengembangkan dan menjadikan salah satu potensi di bidang pertanian sebagai ikon baru yang mampu bersaing di pasaran yakni budidaya kelor. Di lahan yang cukup luas di dua banjar, pemerintah desa setempat mulai mengembangkan kelor menjadi hasil pertanian unggulan.

Perbekel Desa Lokapaksa, Putu Dodik Tryana, Kamis (15/9/2022) mengatakan, budidaya kelor digeluti Kelompok Tani Tri Hita Karana Desa Lokapaksa. Diungkapkannya, budidaya kelor di desanya berkembang sangat baik. Hal itu disebabkan karena telah memiliki kelompok dan koperasi. Daun kelor diolah untuk teh dan tepung. “Di desa kami memang banyak komoditi pertanian yang bagus, ada advokad dan juga porang. Namun saat ini kelor menjadi pilihan komoditi unggulan dan juga sudah ada kelompok tani dan koperasinya, namanya Tri Hita Karana,” terang Dodik.

Perbekel yang baru menjabat itu menerangkan, sejak melakukan kolaborasi dengan pihak Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja beberapa waktu lalu, hasil pertanian kelor di desa sangat mengejutkan. Selain pohon tumbuh dengan subur beserta daun yang cukup besar dari biasanya, ukuran buahnya pun tidak seperti buah kelor kebanyakan. Setiap buah kelor yang dipanen memiliki panjang hingga 1 meter. “Kelor ini ada potensi yang buahnya sangat besar sekitar 1 meter lebih. Biasanya kan 30 cm, tapi di sini bisa 1 meteran lebih,” paparnya bangga.

Baca juga :  RTH Bung Karno Sudah Bisa Dikunjungi Masyarakat

Hingga saat ini, budidaya kelor sudah dilakukan pada dua lahan yang cukup luas di 2 banjar, yakni Banjar Dinas Bukit Sakti dengan luasan lahan 3 hektar dan di Banjar Dinas Kembang Sari lebih dari 3 hektar. Guna memaksimalkan pembudiyaan kelor, Dodik melakukan kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undiksha Singaraja terkait bantuan bibit kelor dan juga pompa hidran, sehingga lahan di dua banjar itu maksimal ditanami kelor.

Baca juga :  Video ABG Disetubuhi Secara Bergiliran Viral di Medsos

Hingga kini, hasil olahan kelor sudah dipasarkan oleh Koperasi Tri Hita Karana Desa Lokapaksa kendati pasarnya belum luas. Namun demikian, secara bertahap Perbekel Dodik yakin produk olahan kelor Lokapaksa mampu bersaing dan menjadi ikon desa. Hal ini juga selaras dengan program Pemdes “one product one village”. “Kami berharap peran serta masyarakat untuk mendukung budidaya dan olahan pangan kelor yang sedang dikembangkan ini. Bantu dan bersemangat sareng sami, sehingga bisa menjadi produk unggulan di desa kita,” pintanya.
Ditambahkan, hasil olahan kelor Kelompok Tani Tri Hita Karana sudah dalam kemasan dan dijamin higienis, yakni teh kelor dan tepung kelor yang tentunya mengadung nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. (118)

Baca juga :  Bupati PAS Jamin Tak Ada Intervensi Pemilihan Pejabat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini