Nama Bupati Giri Prasta Dicatut untuk Menipu

picsart 22 09 15 19 44 17 219
AKUN PALSU - Salah satu pegawai, saat menunjukkan akun palsu dari WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati Giri Prasta.

Mangupura, DENPOST.id

Nama Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dicatut dalam sebuah nomor WhatsApp (WA) dengan dalih ingin meminta pinjaman uang. Bahkan nomor tersebut, mengaku sebagai Ajudan Bupati Badung, dan meminta sejumlah uang atas nama Giri Prasta.

Video penipuan dan beberapa chat itu pun sempat ramai di beberapa akun media sosial, salah satunya juga diunggah akun resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung. Dalam video tersebut, terdengar seseorang yang menelepon dengan foto profil Giri Prasta.

Baca juga :  Penerapan PeduliLindungi di Buleleng Dioptimalkan

Pada unggahan tersebut, dibuat caption ‘Waspada penipuan mengatasnamakan Ajudan Bupati Badung. Oknum ini meminta sejumlah uang atas nama Bupati’.

Menyikapi kondisi itu, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta meminta agar masyarakat tidak asal percaya jika ada seseorang yang mengatasnamakan dirinya. “Itu namanya hacker ya. Jadi, saya mau apapun yang terjadi pada teknologi ini, kepada warga masyarakat agar melakukan kroscek jika mendengar atau melihat sesuatu yang belum pasti,” tegasnya, Kamis (15/9/2022).

Baca juga :  Pemerintah Diharapkan Subsidi Sekolah Swasta

Lebih lanjut dikatakan Giri Prasta, hal tersebut terjadi hanya memanfaatkan dan membohongi masyarakat. Pasalnya, tidak semua orang yang suka akan Giri Prasta. “Kan tidak semua orang suka dengan saya. Jadi prinsip orang tidak suka itu, kan bisa berdasarkan dari rasa iri. Bukan karena kejelekan,” bebernya.

Disinggung apakah sebelumnya pernah menemukan kasus yang sama yang mengatasnamakan dirinya dalam beberapa hal, Bupati Asal Desa Pelaga, Petang itu, mengaku tidak pernah. Bahkan pihaknya mengaku baru kasus ini yang diketahui.

Baca juga :  BMW Tak Bertuan Bertahun-tahun Nongkrong di Bandara

“Untuk kasus penipuan saya tidak pernah kena. Namun untuk kasus yang mengatasnamakan saya, saya tidak tahu. Itu baru kemarin saja saya tau,” ucapnya.

Pihaknya juga mengatakan, pengembangan digital besar kemungkinan kemunculan nilai-nilai kejahatan akan muncul yang di luar jangkauan masyarakat secara umum.

“Jadi sekali lagi saya imbau jika ada persoalan apapun, jangan percaya dulu. Kroscek kebenarannya dan dipastikan. Jangan sampai di era yang susah ini penipuan makin banyak,” imbuhnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini