Embung Sanur Bakal Jadi Tempat Wisata Baru di Denpasar

kamis embung sanur
WISATA BARU - Pembangunan Embung Sanur di Sanur Kauh, Densel, yang siap menjadi tempat wisata baru bagi warga kota. (DenPost.id/doflank)

Pembangunan Embung Sanur di Jl.By-pass Ngurah Rai, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), yang digarap sejak 31 Maret 2021, menjelang rampung. Pantauan DenPost.id, Rabu (14/9/2022), sebagian besar pembangunan selesai, hanya tinggal pembangunan gazebo dan beberapa perbaikan di pintu keluar di bagian selatan.

SESUAI keinginan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Embung Sanur ini merupakan daerah konservasi air serta pariwisata di Kota Denpasar. Jika rampung, embung ini mampu menampung dan mereduksi air banjir yang bermuara di Tukad Loloan dan Tukad Enjung. Pembangunan embung ini merupakan usulan Pemkot Denpasar ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Pasar Badung, Denpasar, pada 18 Mei 2019.

Catatan DenPost, embung ini dibangun di lahan seluas 2 hektar dengan biaya pembangunan Rp 70 miliar. Selain untuk menanggulangi banjir di kawasan Bumi Ayu dan Sekuta, Sanur Kauh, embung ini juga bisa menjadi pusat rekreasi bagi masyarakat Kota Denpasar. Hal itu karena telah terbangun jogging track sepanjang 1,5 meter, taman untuk bersantai, dan spot foto, sedangkan gazebo yang melengkapi embung ini, belum dibangun.

Baca juga :  Penuhi Panggilan Polda Bali, Ini Kata Jerinx SID

Pembangunan Embung Sanur ini dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing dilakukan tahun anggaran (TA) 2021 dan 2022. Kontrak pembangunannya dilaksanakan pada 31 Maret 2021. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Undagi Jaya Mandiri serta konsultan supervisi PT Gaharu Sempana dan PT Kencana Adhi Karma dengan skema kerjasama operasi (KSO). Sedangkan biaya yang dialokasikan pada pembangunan Embung Sanur berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR. Embung Sanur dibangun di atas lahan Tahura kurang lebih 2,3 hektar dan kolam embung seluas 0,96 hektar dengan kapasitas tampungan air 34.500 meter persegi.

Sedangkan Gubernur Bali Wayan Koster saat groundbreaking (peletakan batu pertama) pada 27 Mei 2021 mengungkapkan dengan lahan terbatas, Kota Denpasar harus mampu mengefektivitaskan pembangunan sehingga optimal. Gubernur Koster sempat berpesan agar Embug Sanur ditata sebagai tempat berkumpulnya anak muda. Selain itu disediakan area untuk UMKM yang menjual aneka kuliner khas Bali termasuk arak dan kopi bali. “Yang cocok dengan anak muda. Saya berharap tempat ini jadi kawasan indah dan memiliki nilai ekonomi untuk memasarkan produk lokal Bali terutama kopi bali, arak bali dan yang bali-bali lainnya,” tandas Koster.

Baca juga :  Aksi Bobol ATM Nasabah Bank Ternyata Dikendalikan Napi LP Kerobokan

Seorang warga Denpasar, Made Sarjana, mengungkapkan dengan dibangunnya Embung Sanur tentu menambah tempat rekreasi, terutama untuk anak-anak muda, di Denpasar. Dia berharap agar di lokasi ini dibangun dan disiapkan petugas jaga sebab embung ini nanti pasti banyak  dikunjungi anak-anak. ‘’Mereka harus dijaga agar jangan sampai keceplung di air embung yang cukup dalam ini,’’ tegas Sarjana.

Made Eli, warga lainnya, menambahkan pemerintah hendaknya juga mempersiapkan tempat parkir khusus yang cukup luas untuk menampung membeludaknya warga yang membawa kendaraan. ‘’Harus ada areal parkir yang memadai, sebab tempat rekreasi ini sangat bagus dan pasti banyak dikunjungi warga karena lokasinya di pinggir jalan,’’ tandas ibu rumah tangga ini. (yad/ berbagai sumber)

Baca juga :  By-pass IB Mantra Gelap, Komisi III Ungkap Penyebabnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini