Kolok Bunuh Ibu Tiri, Sebelumnya Bunuh Ibu Kandung dan Nenek

picsart 22 09 18 18 02 57 264
TKP - Satpol PP Gianyar, dan Polsek Payangan, saat di TKP, Minggu (18/9/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Belum lupa dari ingatan seorang ODGJ membunuh seorang tetangga dan melukai tiga orang keluarga di Sawa Gunung, Tampaksiring, Gianyar, kasus
serupa kembali terjadi di Banjar Marga Tengah, Desa Kertha, Payangan, Gianyar.

Seorang warga diduga ODGJ, Agus Arnawa alias Kolok (25) warga Banjar Marga Tengah, Desa Kertha, Payangan, membunuh ibu tirinya, Ni Wayan Rani (48) alamat Banjar Marga Tangeh, Desa Kerta, Payangan, Minggu (18/9/2022). Perempuan kelahiran Praya, Lombok ini, mengalami luka sejumlah tusukan. Sempat dilarikan ke RSU Payangan, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Mayat perempuan ini, sekarang masih dititip di kamar mayat RSU Payangan, karena di banjar setempat akan segera ada upacara ngaben.

Pelaku Agus Arnawa alias Kolok, usai melakukan pembunuhan langsung kabur menggunakan sepeda motor ke arah utara wilayah Bangli (perbatasan Gianyar- Bangli). Kini, Polres Gianyar bersama Satpol PP Gianyar, berkoordinasi dengan Polsek Kintamani Bangli, dan Satpol PP Bangli masih melakukan pencarian.

Baca juga :  Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri Terima Bali-Bhuwana Mahottama Nugraha ISI Denpasar

Berdasarkan data, Agus Arnawa sekitar tahun 2017, sempat membunuh ibu kandungnya. Selain itu, Agus Arnawa juga membunuh neneknya.

Kronologis ODGJ Agus Arnawa membunuh ibu tirinya, Ni Wayan Rani tidak ada yang tahu. Sebab, saat kejadian keluarga korban termasuk suami korban I Wayan Putra Yasa (47) warga Banjar Marga Tengah, sedang berada di Balai Banjar Marga Tengah, serangkaian persiapan acara “ngaben”.

Begitu suami korban Putra Yasa sedang di banjar mendengar istrinya dianiaya langsung bergegas ke rumah. Tiba di rumah, dilihat istrinya Ni Wayan Rani bersimbah darah di halaman rumahnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca juga :  Gara-gara Cupang, Kasus Persetubuhan Sesama Anak di Bawah Umur Terungkap

Terhadap kasus ini dilaporkan ke polisi dan Satpol PP Gianyar. Saat polisi dan Satpol PP turun ke lokasi hendak mengamakan pelaku, ternyata Agus Arnawa yang juga Kolok alias tidak bicara ini, sudah kabur mengendarai sepeda motor ke arah utara.

Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan kajadian berdarah tersebut. Begitu setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Pihak keluarga tidak ada yang tahu kronologisnya, karena saat kejadian pihak keluarga sedang di banjar setempat persiapan acara pengabenan,” kata Kapolsek Payangan.

Menurut keterangan sejumlah saksi, pagi itu tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dan tangis korban, sehinga sejumlah tetangganya langsung berlari menuju rumah korban. Dilihat korban dalam posisi terlentang di pekarangan rumahnya, dengan bersimbah darah. Tapi saat para tetangga mencoba menolong, ternyata pintu gerbang rumah korban terkunci dari dalam. Beberapa saat kemudian, pelaku akhirnya membuka pintu gerbang dan meninggalkan rumahnya dengan mengendarai sepeda motor ke arah utara.

Baca juga :  Bupati Badung Juga Laporkan Bendesa Adat Ungasan ke Polda

Setelah itu, baru warga bisa mengevakuasi korban ke RSU Payangan. Polisi mengamankan barang bukti di TKP berupa satu buah pisau pemutik, satu buah baju berwarna merah yang diduga ada darahnya, satu pasang sandal warna pink yang diduga ada darahnya, serta satu buah gigi palsu yang diduga milik korban. “Anggota kami masih di lapangan memburu pelaku,” ujarnya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini