Pengajuan Bantuan Tak Kunjung Terealisasi, Kerusakan Saluran Air Subak Semakin Parah

picsart 22 09 18 19 08 28 479
RAPAT SUBAK - Krama Subak Pinda, dan Subak Banda, saat menggelar rapat, Minggu (18/9/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Pihak subak sudah lama mengajukan proposal minta bantuan biaya perbaikan saluran untuk Subak Pinda dan Subak Banda, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.

Air di subak ini, banyak bocor dan terbuang karena saluran air subak rusak di lubangi binatang kepiting. Kondisi ini telah berlangsung lama. Akibatnya petani di bagian hilir kesulitan mendapat air. Hal ini terungkap dalam rapat krama Subak Pinda, Minggu (18/9/2022).

Baca juga :  Jembrana Ekspor Manggis ke Negara China

Pekaseh Subak Pinda, I Wayan Kenik mengatakan untuk mencegah kebocoran air sudah sering dilakukan, namun beberapa saat kemudian air kembali bocor. Kebocoran ini bisa diatasi dengan beton. Pihak pekaseh sudah mengajukan proposal. Namun, hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Sudah melakukan pengajuan proposal perbaikan, namun tanggapannya masih tunggu-tunggu,” ujar Pekaseh Subak Pinda, I Wayan Kenik.

Menurut Kenik, kondisi kebocoran ini sudah cukup lama. “Sudah diperbaiki oleh subak, tapi bocor lagi dan perlu dibeton lebih untuk penguatan,” jelasnya.

Baca juga :  Kena PHK, Sopir dan Kernet DAMRI Datangi Anggota Dewan

Akibat kebocoran tersebut, air yang harusnya mengalir ke Subak Pinda dan Banda, malah jatuh ke subak lain. Kenik pun beraharap pemerintah bisa membantu untuk menangani hal itu.

Sementara Pemerintah Kabupaten Gianyar, telah memiliki Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLLP2B). Di mana, dalam perda tersebut mengatur terkait pemberian kompensasi mengenai pembibitan, pupuk, penyemprotan, wajib perbaikan irigasi hingga pemasaran produk pertanian untuk lahan pertanian.(116)

Baca juga :  Membandel, PKL Kembali Ditertibkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini