Museum Semarajaya, Klungkung “Naik Kelas”

picsart 22 09 19 14 51 40 592
MUSEUM SEMARAJAYA - Wisatawan ketika berkunjung ke Museum Semarajaya, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Museum Semarajaya, Klungkung tahun 2022 akhirnya berhasil ‘naik kelas’ dari klasifikasi tipe C atau tipe terendah menjadi tipe A. Dengan perubahan tipe ini, maka otomatis Museum Semarajaya yang berada di jantung Kota Semarapura ini akan memperoleh ‘hadiah’ berupa tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 1 Miliar untuk menunjang operasional museum.

Kepala UPT. Museum Semarajaya, Cokorda Gede Nala Rukmaja, Senin (19/9/2022) mengatakan, usulan kenaikan tipe museum sudah dilakukan sejak akhir tahun 2021. Usulan ini kemudian disusul terbitnya surat keputusan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada bulan Februari 2022. Yang mana dalam surat tersebut diputuskan bahwa Museum Semarajaya ‘naik kelas’ menjadi tipe A.

“Tipe A ini diberikan karena penataan museum sudah mulai dilakukan dan kita juga sudah usul penambahan tenaga kurator. Harapan Kemendikbud, walau sudah menjadi tipe A, tapi dimohon agar tetap meningkatkan lagi penataan di museum,” ungkap Cokorda Nala.

Dengan menyandang status baru yaitu tipe A, Cokorda Gede Nala mengakui ada sejumlah keuntungan yang diperoleh Museum Semarajaya. Di antaranya, peningkatan jumlah DAK dari pemerintah pusat. Jika semasa berstatus tipe C memperoleh DAK sebesar Rp 700 juta (tahun 2020-2021), maka kini dengan tipe A dipastikan DAK akan naik menjadi Rp 1 miliar di tahun 2023 mendatang.

Baca juga :  Senderan Jembatan Dusun Pau-Beneng Jebol, Wabup Kasta Minta Warga Tetap Waspada

“Tujuan dana DAK ini tidak hanya menopang operasional, tapi menberi rangsangan kegiatan di museum agar makin semarak. Termasuk dikenal oleh masyarakat umum. Sesuai aturan, prosentase pemanfaatan DAK adalah 25 persen pemeliharaan koleksi, 50 persen publikasi berupa edukasi, dan 25 persen untuk sarana dan prasarana,” jelasnya

Selain itu, dengan menyandang tipe A dan dibarengi dengan peningkatan DAK, maka otomatis kegiatan di Museum Semarajaya juga bertambah. Tapi pihak museum Semarajaya juga telah memiliki program Belajar Bersama di Museum (BBM). Melalui program ini, para pelajar di Klungkung akan diberikan kesempatan untuk sehari melangsungkan pembelajaran di museum.

Baca juga :  Pencurian Ternak Peliharaan Marak, Warga Desa Bungamekar Resah

“Melalui program BBM ini anak-anak bisa mengenal lebih dekat sejarah perjuangan kemerdekaan. Termasuk mempelajari benda-benda peninggalan pada zaman kerajaan. Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pada tahun 2023, dimasukkan dalam kurikulum,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedana juga mengaku tidak menyangka kalau Museum Semarajaya bisa langsung naik ke tipe A. Mengingat secara mekanisme, semestinya berjenjang yaitu naik ke tipe B setelah itu barulah ke tipe A.

Baca juga :  Bangkitkan Tabuh Klasik, Garapan Komunitas Jala Kinara Menyentuh Hati

Belum lagi Museum Semarajaya sempat terkendala naik tipe karena keterbatasan SDM. Termasuk tidak memiliki kurator, dan belum memiliki sarana prasarana museum yang memadai, seperti laboratorium, audio visual serta panggung terbuka.

Meski demikian, IB Jumpung meyakini tim verifikasi tentu sudah memiliki pertimbangan yang matang terkait penetapan Museum Semarajaya menjadi tipe A.

“Walaupun sudah tipe A, tetap masih banyak yang kita perlu benahi. Salah satunya harapan agar bangunan museum total dijadikan museum. Kalau sekarang kan masih menjadi satu dengan kantor,” ungkapnya seraya mengatakan bahwa status tipe A Museum Semarajaya tersebut akan diberlakukan secara resmi pada tahun 2023 mendatang. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini