Lalu Lintas Babi Dibebaskan, Peternak Sumringah

picsart 22 09 19 20 06 47 588
SEMANGAT - Peternak babi di Jembrana, semakin semangat dengan adanya kebijakan baru terkait lalu lintas babi ke luar Bali.

Negara, DENPOST.id

Adanya pembebasan lalu lintas babi ke luar Bali, dari surat vaksin disambut antusias para peternak. Sejumlah peternak di Jembrana, kini mulai sumringah dan bisa bernafas lega.

Pembebasan lalu lintas babi ke luar Bali itu, sesuai dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku, dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Kewilayahan pada 16 September 2022, oleh Satgas Penanganan PMK.

Baca juga :  Surat Curhatan Winasa Viral, Kepala Rutan Sebut Ini

Dalam SE tersebut, disebutkan di samping itu dalam rangka menyukseskan agenda Presidensi G20 Indonesia 2022, di Provinsi Bali pada November mendatang, perlu adanya pengetatan lalu lintas hewan rentan PMK dan produk hewannya, sehingga diatur dalam ketentuan khusus untuk Provinsi Bali dalam Surat Edaran ini, seperti dilarang melalulintaskan hewan rentan PMK, produk segar dan produk olahan.

Namun terdapat pengecualian peraturan, yakni diperbolehkan melalulintaskan babi keluar dari Bali, dan sudah tidak adanya pengaturan syarat vaksinasi pada hewan babi di dalamnya.

Baca juga :  TPA Liar Lagoon Dipasangi Spanduk Imbauan Tak Buang Ini

Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, Senin (19/9/2022), mengatakan pihaknya mengikuti aturan yang baru. “Syukur sudah ada kebijakan ini, sehingga perekonomian masyarakat bisa bergerak,” katanya.

Sementara salah seorang peternak babi dari Kecamatan Melaya, I Komang Latra Jana mengaku bersyukur adanya kebijakan baru dari pemerintah.
Dengan dibukanya kembali lalu lintas babi ke luar Bali, diharapkan harga babi bisa naik, sehingga seimbang dengan pembelian pakan. (120)

Baca juga :  Melasti Desa Adat Kesiman Hanya Libatkan Pemangku

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini