PMI asal Klungkung Meninggal Mendadak di Dubai

picsart 22 09 20 17 58 21 383
MENINGGAL - Ni Wayan Resni (70) menunjukkan foto anaknya Ni Wayan Suyanti Ariani yang meninggal di Dubai.

Semarapura, DENPOST.id

Jalan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Seperti yang dialami Ni Wayan Suyanti Ariani (29). Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Kawan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung ini meninggal mendadak di Dubai. Padahal putri bungsu I Wayan Kisit dan Ni Wayan Resni (70) ini sudah membeli cincin dan kamen (kain) songket untuk persiapan menikah tahun depan.

Ditemui di rumah duka di Desa Paksebali, Ni Wayan Resni terlihat duduk bersimpuh sambil memegang foto almarhumah Suyanti Ariani. Ia terlihat menyapa setiap pelayat yang datang. Semula, perempuan tangguh tersebut terlihat tegar tetapi ketika menatap foto putri kesayangannya, tangisnya dalam sekejap pecah.

“Saya sempat melarang anak saya (Suyanti Ariani) berangkat ke Dubai. Saya inginnya dia bekerja dekat-dekat saja, yang penting saya dan keluarga masih bisa makan. Tapi anak saya tetap ingin berangkat, karena teman-temannya juga ada yang ke sana (Dubai),” ujar Resni dengan nada sedih.

Menurut Resni, awalnya dirinya tidak menyangka kalau putri kesayangannya dikatakan meninggal di tempatnya bekerja di Dubai akibat serangan jantung pada tanggal 11 September 2022. Apalagi semasa hidupnya, Ni Wayan Suyanti Ariani tak pernah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Sehari-haripun ia juga tidak pernah mengalami sakit yang serius.

Baca juga :  Nama Wabup Klungkung "Dicatut", Tawarkan Lelang Kendaraan

“Sehari sebelum Purnama (tanggal 9 Sepetember 2022), anak saya masih sempat menelepon dan tidak mengeluhkan sakit apa-apa. Justru sebaliknya, anak saya mengingatkan saya untuk makan teratur lalu membeli susu dengan uang yang dikirimkannya setiap bulan,” ungkapnya.

Bagi Ni Wayan Resni, kehilangan putri bungsunya tentu menyisakan duka yang amat dalam. Apalagi, pada bulan Desember nanti, Ni Wayan Suyanti Ariani berencana untuk pulang dan menyiapkan acara pernikahan dengan kekasihnya yang juga berasal dari desa setempat. Bahkan, cincin kawin sudah dibeli demikian juga dengan kamen (kain) Songket untuk acara pernikahan.

Baca juga :  Ditimpa Pohon Kelapa, Rumah dan Sanggah Warga di Metulis Rusak

Rencananya, cincin dan kain songket tersebut akan dipakai sebagai ‘bekal’ saat upacara Ngaben yang akan dilangsungkan pada Kamis (22/9/2022).
“Saya sudah nunas bawos (bertanya secara niskala), anak saya minta cincin dan kamen songketnya dipakai bekel (bekal),” tutur Wayan Resni sambil menangisi foto anaknya.

Sementara, Nengah Sukadana yang merupakan kakak Ni Wayan Suyanti Ariani menambahkan, adiknya baru kali pertama bekerja ke Dubai. Selama 10 bulan di sana, tidak pernah ada keluhan soal sakit ataupun berselisih dengan rekan kerja. Hanya saja, beberapa hari sebelum keberangkatan ke Dubai, adiknya memang sempat mengeluhkan soal salah satu kakinya yang bengkak.

Baca juga :  Beredar Pesan Berantai Ajakan Tidak Makan Daging Babi

“Kakinya yang sakit itu sudah diperiksakan ke dokter dan sempat dicurigai sakitnya berkaitan dengan ginjal. Namun karena kondisi kakinya membaik, pemeriksaan tidak dilanjutkan hingga akhirnya tetap berangkat ke Dubai,” papar Sukadana.

Menurut Sukadana, jenazah adiknya sudah sampai di Klungkung tanggal 16 September lalu. Namun hingga kini jenazah almarhum masih dititip di kamar jenazah RSUD Klungkung karena rencananya tanggal 22 September ini akan diaben.

“Kami juga bersyukur karena proses pemulangan jenazah berjalan lancar. Pihak agen juga mendampingi hingga semua urusan administrasi rampung,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini