Harga Kelapa Turun, Minyak Tandusan di Klungkung Sepi Pembeli

picsart 22 09 20 20 33 13 159
MINYAK KELAPA - Ni Nyoman Mirig, saat merapikan stok minyak kelapa di warungnya di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Turunnya harga bahan baku, ternyata tidak serta merta membuat industri rumah tangga di Kabupaten Klungkung gembira. Sepertinya halnya pembuatan minyak tandusan di Desa Sulang, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.

Industri rumahan ini mulai sepi pembeli lantaran banyak langganan yang beralih membuat minyak sendiri. Apalagi harga buah kelapa turun sejak dua bulan lalu.

“Sekarang sepi pembelinya pak. Padahal harga buah kelapa turun sejak dua bulan lalu,” ungkap Ni Nyoman Mirig, salah seorang pembuat minyak tandusan di Desa Sulang, Selasa (20/9/2022).

Menurut Mirig, harga buah kelapa sebelumnya bisa mencapai Rp8.000 sampai Rp10 ribu perbutir. Namun saat ini harganya kisaran antara Rp3.500 sampai Rp5.000 perbutir tergantung ukurannya. Selain harga yang turun, pasokan buah kelapa juga tidak sulit dicari.

Baca juga :  Senin, Dua Pasien Meninggal dan Terpapar Covid-19 Melonjak 55 Orang

“Dulu anak saya biasanya cari kelapa sampai Karangasem atau di sekitar Dawan dan Besan. Tapi sekarang sudah banyak. Malah ada juga yang bawa langsung kelapanya ke sini (rumah-red),” ujarnya.

Sayangnya, ketika harga bahan baku turun dan pasokan berlimpah, usaha pembuatan minyak kelapa yang digeluti Nyoman Mirig sejak 5 tahun terakhir justru sepi pembeli. Jika sebelumnya tak pernah ada stok minyak kelapa, namun saat ini, Nyoman Mirig justru memiliki belasan botol minyak kelapa di warungnya. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena banyak pelanggan yang memilih membuat minyak sendiri.

Baca juga :  Tanpa Suket, Ratusan Pemotor Diputar Balik

“Kalau dulu sehari bisa laku 5 botol atau lebih. Sekarang paling hanya 2 botol saja,” katanya.

Dengan kondisi seperti ini, Nyoman Mirig mengatakan tidak akan berputus asa. Justru sebaliknya selama menunggu pembeli dirinya terus berupaya meningkatkan kualitas minyak kelapa buatannya. Dibantu oleh anak-anaknya, Ni Nyoman Mirig tetap mempertahankan pembuatan minyak dengan cara tradisional. Menggunakan tungku dan diolah dengan menggunakan kayu kabar. Proses pemasakkannya pun bisa memakan waktu berjam-jam.

Baca juga :  Penyeberangan ke Nusa Penida Dibuka, Pengelola Boat Harus Terapkan Ini

“Minyak buatannya saya dijamin masih bagus sampai 10 hari. Karena saya panaskan selama berjam-jam,” imbuhnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini