Diduga Korupsi, Bendahara BUMDes Besan Ditahan Kejaksaan

tahan klungkung 1
DITAHAN - Komang Nindia Satnata ketika digiring ke mobil tahanan Kejari Klungkung, Kamis (22/9/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Kejaksaan Negeri Klungkung menahan Bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kertha Jaya, Desa Besan, Dawan, I Komang Nindia Satnata, Kamis (22/9/2022). Penahanan Komang Nindia dilakukan agar tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Apalagi terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi dana BUMDes sekitar Rp 620 Juta.

Dari pantauan di Kantor Kejari Klungkung, sebelum ditahan terdakwa yang didampingi keluarga dan kuasa hukumnya sempat menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus, Putu Kekeran. Termasuk juga menjalani cek kesehatan dan test swab antigen sekitar pukul 11.00 Wita.

Baca juga :  Beda Peruntukan, Puluhan Warga Takmung Batal Kembalikan Dana BLT

Setelah selesai menjalani tes kesehatan, terdakwa yang masih berstatus bujang ini terlihat sudah memakai baju rompi tahanan. Setelah keluar dari ruangan pemeriksaan, ia kemudian digiring ke mobil tahanan dan langsung dititip di sel tahanan Mapolsek Dawan sekitar pukul 12.15 Wita.

“Kami melakukan penahanan terhadap terdakwa karena khawatir melarikan diri, merusak barang bukti dan mengulangi tindak pidana. Di samping kami juga melakukan penahanan untuk mempermudah pemeriksaan dalam proses persidangan nanti,” kata Kasi Pidsus Putu Kekeran didampingi Kasi Intel Erfandy Kurnia Rachman.

Baca juga :  Pelaku Pariwisata di Nusa Penida Wajib Kantongi Sertifikat Booster

Menurut Putu Kekeran, Nindia diduga melakukan penyelewengan dana BUMDes dengan cara membuat kredit fiktif simpan pinjam. Termasuk tidak menyetorkan dana pembayaran pinjaman yang dititipkan oleh debitur kepada dirinya dan tidak menyetorkan uang hasil Usaha Toko BUMDes Kertha Jaya. Sesuai hasil audit Inspektorat ditemukan ada kerugian negara sekitar Rp 620 juta.

“Semua uang itu dipakai sendiri oleh terdakwa untuk kepentingan pribadi, nanti dalam proses persidangan biar diungkapkan. Yang jelas terdakwa mengakui uang itu dipakai untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Baca juga :  Bupati Suwirta Ajak Pelaku Usaha Bangkitkan Produk Lokal Klungkung

Dengan adanya kasus ini, Nindia bakal dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini