Angka Perceraian di Jembrana Tinggi

picsart 22 09 23 16 49 54 085
Ketua PN Negara, Ni Kadek Kusuma Wardani

Negara, DENPOST.id

Di masa pandemi, kasus perdata khususnya kasus perceraian mengalami peningkatan.
Bahkan, dari seluruh perkara perdata yang masuk ke di Pengadilan Negeri (PN) Negara sejak Januari 2022, 90 persen di antaranya merupakan kasus perceraian.

Ketua PN Negara, Ni Kadek Kusuma Wardani, seusai peluncuran sejumlah aplikasi dan sosialisasi program PN, Jumat (23/9/2022) mengatakan, kasus perceraian itu disebabkan
banyak faktor, salah satunya masalah ekonomi. “Tapi lebih jelasnya kami tidak tahu kenapa kasus perceraian meningkat di masa pandemi. Selain masalah ekonomi juga ada KDRT. Selain itu, juga alasan lain yang terpenuhi dalam PP 9 tahun 1975 tentang perkawinan,” jelasnya.

Baca juga :  Pemudik Pingsan di Gilimanuk

Sementara untuk perkara pidana didominasi oleh kasus narkotika.
Menurut data yang diperoleh dari PN Negara, dari bulan Januari-September 2022 jumlah perkara perdata gugatan sebanyak 185. Dari jumlah tersebut 166 di antaranya adalah kasus perceraian. Kemudian ada 5 perkara perdata gugatan sederhana dan 74 perkara permohonan. Sedangkan untuk perkara pidana tercatat ada 73 perkara. Selain itu ada satu pidana praperadilan dan dua pidana anak yang menjadi korban.

Kusuma Wardani mengakui, dari ratusan perkara yang ditangani pada tahun 2022, didominasi oleh perkara perceraian.
“Yang jelas dari kasus yang kami terima, hampir 90 persen adalah perceraian,” ungkapnya.

Baca juga :  Enam Pencuri Ribuan Kilogram Udang Ditangkap

Sedangkan untuk perkara pidana, kata dia, secara umum justru cenderung menurun. Namun, dari pidana yang ditangani didominasi oleh kasus narkotika.
“Perkara narkotika selalu ada masuk ke kami. Prosentasenya lumayan besar,” jelasnya.

Ditambahkannya, sejak pandemi berlangsung persidangan tetap berjalan normal meskipun beralih ke sidang online (daring). Meskipun begitu, ia tak menampik bahwa pernah terjadi kendala seperti jaringan yang sempat terganggu dan lainnya. Namun itu bisa diselesaikan dengan semua pihak terkait, sehingga semua tatanan hukum acara bisa berjalan.

Baca juga :  Puluhan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung di Yehkuning

Diharapkannya, dengan sistem aplikasi yang kini diterapkan PN bisa memudahkan warga yang akan menyelesaikan perkara sehingga lebih efektif dan murah serta cepat. “Untuk pelayanan yang cepat dan efisien kita memang harus memulai dengan memaksimalkan IT. Apalagi kini setiap orang memegang ponsel,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini