Pengurus Gotra Pengusada Bali Dikukuhkan, Profesi Pengobat Tradisional Legal

picsart 22 09 24 15 54 55 885
PANGUSADA - Gubernur Bali, Wayan Koster saat mengukuhkan pengurus Gotra Pengusada Bali di Kampus UNHI, Denpasar.

Denpasar, DENPOST.id

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Penasihat Pusat, dan Dewan Kehormatan Pusat Gotra Pengusada Bali Periode 2021- 2026, serta Dewan Pengurus Cabang Gotra Pengusada Bali Periode 2022-2027, Sabtu (24/9/2022) di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. Gotra Pengusada Bali adalah organisasi profesi Pengobat Tradisional Bali yang pembentukannya didasari oleh Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gotra Pengusada Bali, Dr. Putu Suta Sadnyana, mengatakan, pengetahuan tentang penyehatan tradisional itu selain diajarkan oleh para penyehat tradisional Bali yang sudah berpengalaman, juga terdapat di dalam lontar- lontar usada yang banyak mengandung nilai-nilai budaya dan pengetahuan tradisional dalam berbagai bidang. Termasuk di antaranya cara penyehatan berbagai penyakit dan pemulihan kesehatan. Secara yuridis normatif, penyehat tradisional telah diakui sebagai suatu profesi, sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Baca juga :  Covid-19 Masuk Pemprov Bali, PNS Diminta Waspada

“Pelayanan kesehatan tradisional Bali sebagai kearifan lokal yang ada turun-temurun dari generasi ke generasi hingga saat ini di masyarakat Bali, dilindungi dan diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali yang diundangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Desember 2019,” terangnya.

Untuk melaksanakan amanat dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali pada Bab I Tentang Ketentuan Umum Pasal 1 angka 27, dan agar para pengusada menjadi lebih berkualitas dan terlindungi dari sisi hukum (legal) dalam menjalankan profesinya, maka  pada Jumat, 26 Februari 2021 para pengusada bersepakat membentuk Gotra Pengusada Bali. Dikatakan Suta, wadah ini merupakan suatu organisasi profesi, wadah untuk bersatu bagi para pengusada di Bali. “Organisasi ini berkedudukan di Denpasar, Bali dengan cabang-cabangnya di seluruh kabupaten/kota di Bali termasuk di luar daerah Bali,” katanya.

Baca juga :  Soal Pro dan Kontra Sampradaya, Ini Kata Akedimisi

Lebih lanjut Suta menjelaskan, Gotra Pengusada juga sebagai wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat dan etika profesi Penyehat Tradisional Bali. “Organisasi ini resmi berbadan hukum berdasarkan SK Menteri Hukum Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No: AHU-000 0220.AH.01.07 Tahun 2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Gotra Pengusada Bali dengan Jumlah 3.434 yang terdiri dari : Griya Sehat 3 orang, Penyehat Tradisional 504 memiliki STPT, 2.917 belum memiliki (data tahun 2021),” paparnya.

Sementara Gubernur Wayan Koster menyampaikan, ini adalah momen bersejarah dan pertama kali diadakan di Bali. Hal ini bagian dari visinya menjadi Gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerti Loka Bali. “Sat Kerti ini adalah membangun kekuatan alam agar bisa mensejahterakan dan membahagikan kehidupan kita di Bali ini. Termasuk juga saya ingin lestarikan pengobatan tradisional ini sehingga saya harus mengeluarkan Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang penyelenggaraan kesehatan dan yang lebih dulu saya keluarkan Pergub 55 tahun 2019 tentang layanan kesehatan tradisional Bali. Ini aturan pertama yang kita keluarkan, di Indonesia belum ada,” ungkapnya.

Baca juga :  Ketersediaan Bahan Pokok Aman, Kecuali yang Satu Ini

Lebih lanjut dikatakan, regulasi ini dibuat tidak hanya melindungi warisan-warisan yang berkaitan dengan alam, manusia serta kebudayaan, tapi juga warisan kesehatan yang telah diwariskan oleh leluhur. “Termasuk juga tanaman untuk usada, begitu juga orang-orang Bali yang bisa melakukan pengobatan secara tradisional. Hal ini tidak hanya untuk dilindungi namun juga berdaya guna sehingga tidak bersifat pasif,” tandasnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini