Dimediasi, Dua Oknum Pelajar Adu Jotos Sepakat Damai

picsart 22 09 25 16 42 27 051
MEDIASI - Proses mediasi yang dilakukan Polsek Kintamani, terhadap dua oknum pelajar yang berkelahi di salah satu sekolah di wilayah Kintamani.

Bangli, DENPOST.id

Polsek Kintamani, melakukan pembinaan di salah satu SMA di Kintamani, beberapa hari lalu. Selain pembinaan, polisi juga melakukan mediasi.

Hal ini merupakan buntut adu jotos atau perkelahian yang dilakukan dua orang oknum pelajar di sekolah tersebut, Selasa (20/9/2022). Kejadian ini menjadi ramai diperbincangkan di kalangan netizen, sebab aksi perkelahian tersebut terekam dan videonya beredar di media sosial.

Dikonfirmasi, Minggu (25/9/2022), Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto membenarkan kejadian dan tindakan tersebut. “Memang benar telah terjadi perkelahian antarpelajar di salah satu sekolah di wilayah Kintamani, dan video perkelahiannya tersebar di media sosial,” akunya.

Lantas pihaknya mengaku telah memerintahkan Waka Polsek Kintamani, AKP Nyoman Somaada yang didampingi Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas melaksanakan pengecekan dan penyelidikan ke sekolah tersebut, Rabu (21/9/2022).

Baca juga :  Puluhan Wifi Gratis Belum Terpasang di Gianyar

Dari hasil penyelidikan, memang benar telah terjadi perkelahian antara dua orang pelajar, yakni PSA (16) dan ADW (16) yang motifnya karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak. “Menindaklanjuti hasil penyelidikan tersebut, Waka Polsek Kintamani menghadirkan kedua siswa yang terlibat perkelahian dan kedua orang tua beserta para guru dan kepala sekolah,” beber kapolsek.

Dari hasil koordinasi dan mediasi itu, disepakati kedua belah pihak untuk berdamai dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, dengan menandatangani surat pernyataan damai di atas materai yang ditandatangai kedua belah pihak dan orang tua.

Baca juga :  Tiga Kendaraan Nyungsep di Jalan Jebol, Tiga Orang Tewas, Tiga Selamat

Sementara itu, mengantisipasi kejadian serupa, Waka Polsek Kintamani langsung memberikan arahan kepada siswa-siswi di sekolah tersebut, untuk tetap menjaga kedisiplinan dan ketertiban, sehingga perkelahian antarpelajar tidak terulang kembali.

“Saya harap ini menjadi kasus pertama dan terakhir sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini