Nelayan Pengambengan Sulit Dapatkan BBM Bersubsidi

picsart 22 09 26 16 01 26 280
BBM - Perahu-perahu nelayan di Pengambengan yang membutuhkan cukup banyak BBM untuk bisa melaut.

Negara, DENPOST.id

Para nelayan di Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana sejak beberapa hari ini kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Bahkan di SPBN juga kosong.
Kekosongan BBM bersubsidi di SPBN Pengambengan terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Akibat kekosongan tersebut, para nelayan tidak bisa melaut dan menunggu dibuatkan surat keterangan kekosongan BBM di SPBN Pengambengan yang disahkan oleh dinas, sehingga mereka bisa membeli BBM di SPBU.

Ketua HNSI Made Widanayasa, Senin (26/9/2022) mengatakan, pihaknya Senin siang sudah ke dinas untuk melaporkan kejadian tersebut, dan sudah dibuatkan rekomendasi dan surat keterangan agar bisa membeli BBM bersubsidi di SPBU.
Pihaknya juga sempat mengecek terkait kelangkaan BBM bersubsidi tersebut. “Memang persoalannya di SPBN Pengambengan habis kuota dan mereka sudah memberi informasi tertulis bahwa kuota BBM subsidi habis. Tadi kita sudah arahkan kepada para nelayan mencari surat rekomendasi agar bisa membeli BBM bersubsidi di SPBU,” jelas Widanayasa.

Baca juga :  Hadapi Era Digitalisasi, BRI Optimalkan Peran Penyuluh Digital

Dikatakan mereka selain harus mempunyai surat rekomendasi dan juga membuat surat keterangan habis BBM subsidi di SPBN Pengambengan yang dibuat oleh pihak SPBN Pengambengan. “Dari dasar itulah dinas akan membuatkan kembali surat kelarifikasi ke SPBU,” jelasnya.

Demikian juga di SPBU selama tersedia BBM bersubsidi tidak ada batasannya untuk membeli sepanjang masih kuotanya. Untuk 2 perahu sekali berangkat membutuhkan BBM rata-rata sebanyak 600 liter.
Agar tidak terjadi penimbunan, dari dinas sudah menargetkan mereka mendapatkan BBM sesuai kebutuhan. “BBM harus habis hari itu juga untuk menghindari penimbunan, jika sebelum melaut terjadi cuaca buruk, BBM yang sudah dibeli agar dilaporkan ke himpunan perkumpulan, kita nanti yang mengecek agar tidak dikira menimbun, kalau pun ditaruh di kapal takutnya nanti rawan pencurian,” katanya.

Baca juga :  15 Ton Sampah Plastik Dikumpulkan dari Aksi Bersih Pantai di Jembrana

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, I Ketut Wardana Naya, mengatakan, pihaknya masih mengeluarkan rekomendasi pembelian solar bersubsidi bagi nelayan tanpa ada pembatasan. “Hanya dikeluarkan tetap sesuai dengan kebutuhan. Pembelian solar bersubsidi di SPBN, namun ketika SPBN kekurangan stok, nelayan membeli ke SPBU,” katanya.
Ia juga menerangkan, selama pemberian rekomendasi pembelian solar bersubsidi ini, tidak ada nelayan yang mengeluhkan langsung adanya pembatasan pembelian solar bersubsidi di SPBN. (120)

Baca juga :  Oknum Kepsek Lecehkan Siswi Ditahan Kejaksaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini