Kasus Reklamasi di Pantai Melasti, Dipanggil Polda Bali, Direksi PT Tebing Mas Mangkir 

giriku
SIDAK REKLAMASI - Bupati Nyoman Giri Prasta didampingi Direskrimum Polda Bali Kombes Pol.Surawan dan K epala Kantor BPN Badung Heryanto saat sidak ke lokasi reklamasi di Pantai Melasti, Kutsel, pada 1 Juli 2022. (DenPost.id/dok)

Kereneng, DenPost.id

Laporan Pemkab Badung ke Polda Bali terkait aktivitas reklamasi ilegal di kawasan Pantai Melasti di Jalan Melasti, Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kutsel, belum juga ada kejelasan. Bahkan Polda Bali gagal memeriksa direksi atau komisaris PT Tebing Mas Estate, pihak yang melakukan pengurukan pantai.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Surawan, Selasa (27/9/2022), mengungkapkan direksi atau komisaris PT Tebing Mas Estate mangkir dari panggilan penyidik. “Panggilan pertama para pihak tidak hadir. Tujuan pemanggilan itu yakni untuk klarifikasi. Kami akan kembali menjadwalkan pemanggilan ulang,” tegasnya.

Direksi atau komisaris perusahaan yang berkantor di Surabaya, Jatim, itu tidak hadir karena alasan kesehatan. “Alasan kesehatan karena dia sudah usia,” tambah Surawan.

Sebelumnya DenPost.id  memberitakan bahwa Polda Bali sangat serius mengusut kasus dugaan tindak pidana dalam proyek reklamasi di Pantai Melasti, Ungasan, Kutsel, dengab luas lahan 2,6 hektar. Pemeriksaan saksi-saksi terus digencarkan, termasuk ke direksi dan komisaris PT Tebing Mas Estate. Kasus ini sangat menyita perhatian publik karena reklamasi merusak ekosistem dan batu karang dijadikan penahan ombak.

Baca juga :  Diduga Salah Paham, Sutarjana Tewas Terkapar di Banjar

Reklamasi seluas 2,6 hektar yang merupakan kerja sama antara PT Tebing Mas Estate dengan kelompok nelayan setempat kemudian dipasangi garis polisi. Pemasangan dilakukan setelah Direskrimum Polda Kombes Surawan bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta jajaran melakukan peninjauan ke lokasi pada 1 Juli 2022 siang.

Surawan yang meninjau lokasi bersama puluhan personel dan Nyoman Giri Prasta bersama staf itu berdasarkan laporan dari Pemkab Badung melalui Kasatpol PP Badung Gusti Agung Ketut Suryanegara. Petugas menemukan reklamasi di Pantai Melasti, Kutsel, seluas 2,6 hektar oleh kelompok nelayan dan PT Tebing Mas Estate.

Baca juga :  Diduga Oplos Gas Subsidi, Rumah Mahasiswa di Desa Pikat Digerebek

Sedangkan Bupati Giri Prasta saat itu mengungkapkan, selain melakukan pengurukan pantai secara sewenang-wenang, pengusaha juga ditengarai memberi keterangan palsu dalam akta autentik. Hal ini telah dilaporkan oleh Pemkab Badung ke SPKT Polda Bali pada 28 Juni 2022. “Ada reklamasi dengan memecah tebing batu karang dengan menggunakan breaker. Ini melanggar aturan dan merusak ekosistem laut. Kami turun bersama Polda Bali dan BPN untuk menghitung titik koordinat sehingga kami bisa tahu secara valid berapa luas kawasan pantai yang diuruk, sehingga bisa dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan oleh Polda Bali,” tegas Giri Prasta saat itu.

Baca juga :  Pendidikan Informal Juga Bagian Pembangunan Bali

Dia mengungkapkan pengurukan pantai ini melibatkan kerjasama beberapa pihak yang dilakukan sejak tahun 2016. Menurut Bupati, ada orang yang mengatasnamakan si A memerintahkan suatu kelompok, lalu kelompok tersebut menjalin kerjasama dengan pihak ketiga agar melakukan reklamasi. Untuk itu Giri Prasta ingin meluruskan duduk persoalan yang ada sehingga betul-betul menjadi transparan. “Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, jelas disebutkan bahwa daratan kewenangan bupati/walikota, sedangkan pantai sampai 20 mil dan pulau-pulau kecil merupakan kewenangan pusat. Saya turun karena kawasan ini sudah jadi daratan dan kami harap proses hukum berjalan dengan baik. Jangan sampai ada negara dalam negara dan jangan sampai orang yang tidak memiliki kewenangan melakukan kesewenang-wenangan,” tegasnya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini