Diduga Korupsikan Dana LPD, Staf Kolektor Dituntut 4,5 Tahun Penjara

picsart 22 09 28 10 53 34 591
TUNTUTAN - Terduga korupsi LPD, Ni Wayan Parmini (baju putih) mengikuti sidang tuntutan melalui video konferensi dari Rutan Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Sidang kasus dugaan korupsi dana LPD Desa Belusung terus berlanjut. Kali ini sidang mengagendakan tuntutan terhadap staf kolektor Tabungan LPD Desa Belusung, terdakwa Ni Wayan Parmini. Dalam sidang yang digelar pada Rabu (28/9/2022), terdakwa Parmini dituntut 4 tahun 6 bulan (4,5 tahun) penjara. Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kasi Intel Kejari Gianyar, Gde Ancana mengatakan, jaksa penuntut umum (JPU) menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan Primair.

Baca juga :  Pemkab Gianyar Bangun Mall di Gedung Eks Hardys Gianyar

Lebih lanjut dikatakan, sidang dilaksanakan melalui video konferensi dengan terdakwa Ni Wayan Parmini tetap berada di Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar.

“Sidang berikutnya akan dilaksanakan Senin ( 5/10/2022) dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum terdakwa,” katanya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini