Gunakan Hak Pilih, Kaum Disabilitas Terkendala Aksesibilitas

picsart 22 09 29 15 13 28 965
SOSIALISASI - Sosialisasi bagi penyandang disabilitas dalam menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2024, bertempat di Watterboom Sidembunut, Bangli, (29/9/2022). DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Selain remaja sebagai pemilih pemula, kaum penyandang disabilitas juga memiliki hak pilih dalam menggunakan aspirasinya saat Pemilu 2024. Hal ini pun menjadi atensi Bawaslu Kabupaten Bangli. Terlebih mereka memiliki kendala aksesibilitas untuk menggunakan hak pilih. Demikian diungkapkan Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, di sela sosialisasi bagi penyandang disabilitas dalam menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2024, bertempat di Watterboom Sidembunut, Bangli, (29/9/2022).

“Peran serta keterlibatan tidak hanya terbatas di pemungutan suara saja, namun teman-teman disabilitas ini juga bisa dan punya hak yang sama dalam mengawal proses Pemilu 2024,” ujarnya. Kegiatan ini dilakukan agar Bawaslu dan kaum disabilitas bisa saling berbagi aspirasi, berdiskusi untuk menjadi modal bersama dalam melangkah berdampingan menghadapi Pemilu 2024 yang akan datang.
Sosialisasi juga dihadiri oleh anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra dan Kabag Pengawasan dan Humas, Ni Luh Supri Cahayani.

Baca juga :  Pandemi, Rapat Pleno Penetapan Cabup/Cawabup Digelar Tertutup

Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra, mengatakan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Dirinya melihat selama ini fasilitasi atau akses bagi penyandang disabilitas masih kurang sehingga hal tersebut menyebabkan mereka enggan untuk menggunakan hak pilihnya ke TPS. Apalagi berdasarkan data yang dimiliki Bawaslu ternyata masih banyak penyandang disabilitas belum masuk kedalam daftar pemilih.

Baca juga :  Truk Bermuatan Batu Nyungsep ke Bibir Jurang

Hal itu tentunya menjadi perhatian khusus bagi Bawaslu agar bisa mengindentifikasi jumlah para penyandang disabilitas dan bisa diklasifikasikan berdasarkan wilayah dan jenis disabilitasnya sehingga nantinya Bawaslu bisa merekomendasikan kepada KPU untuk membuat TPS yang aksesibel dan aman bagi penyandang disabilitas.

“Harapan kami penyandang disabilitas nantinya bisa mendapatkan kemudahan dalam menggunakan hak pilihnya” ujarnya.

Lebih lanjut kordiv pencegahan, parmas dan humas itu menuturkan bahwa dalam kesempatan tersebut Bawaslu ingin memberikan ruang kepada para penyandang disabilitas untuk menuturkan keluhannya sehingga ke depannya Bawaslu juga bisa berbenah.

Baca juga :  Sosialisasi Prokes Sasar Areal Pura di Jehem

“Silakan sampaikan keluhan kalian, bahkan kalau mau silakan caci maki kami sehingga kami juga tau apa kekurangan yang harus kami perbaiki ke depannya,” sarannya.

Di sela-sela sosialisasi, salah satu penyandang disabilitas, I Wayan Pariawan, menyampaikan bahwa memang selama ini akses bagi penyandang disabilitas masih sangat kurang, sehingga dirinya kesulitan menggunakan hak pilihnya.

Justru dari pengalamannya ternyata ada TPS lain yang lebih mudah bagi penyandang disabilitas namun dirinya tidak mendapatkan tempat memilih di TPS tersebut.

“Ke depannya saya harap penyelenggara Pemilu dapat memfasilitasi keluhan kami ini, sehingga kami dapat menggunakan hak pilih dengan nyaman,” ucapnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini