Program Gertak Mandek, Sampah Sungai Mulai Menumpuk

picsart 22 09 29 15 54 52 729
GERTAK - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, saat memimpin kegiatan Gertak di Kabupaten Badung beberapa waktu lalu. DENPOST.id/ist

Mangupura, DENPOST.id

Gerakan serentak (Gertak) Badung bersih yang sempat populis beberapa tahun lalu, kini sepertinya tidak berjalan lagi. Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada minggu pertama tersebut tujuannya sangat bagus yakni menyadarkan masyarakat untuk memelihara sungai atau irigasi di Kabupaten Badung agar tetap bersih. Namun kenyataannya, kini beberapa sungai mulai dikeluhkan karena banyak sampahnya. Keluhan itu sebelumnya di sampaikan warga Sedang saat Ketua DPR RI, Puan Maharani, berkunjung ke Sedang.

Program yang membuat  Bupati Badung dan pejabat lainnya rela berkotor-kotor dan masuk gorong-gorong itu, tidak kunjung dilaksanakan dari tahun 2020 sampai  triwulan ke-3 tahun 2022. Belum diketahui secara pasti apa penyebab mandeknya program yang sebelumnya disebut-sebut sebagi program Badung bersih dari sampah itu.

Baca juga :  Mei, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 99,5 Persen Dibanding Tahun Lalu

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, saat ditemui mengatakan program Gertak itu masih jalan. Hanya saja terhenti karena Badung masih fokus untuk meningkatkan PAD di tengah pandemi Covid-19. “Kita harus melihat pandemi itu agar menjadi endemi, sehingga nanti kita akan bergerak ke masalah itu (Gertak-red),” kata Bupati asal Desa Pelaga, Petang itu.

Di Badung, kata Giri Prasta, irigasi, sungai dan loloan tersebut sebenarnya sudah menjadi tampak depan. “Iya mudah-mudahan sampai sekarang bersih semua,” katanya.

Ditanya mengenai soal TPS3R yang juga dikeluhkan masyarakat, Giri Prasta mengaku akan memberikan dana Rp 600 juta pada anggaran perubahan 2022 ini.

Baca juga :  Sidang IPU Jadi Bukti Bali Siap Dibuka untuk Masyarakat Dunia

“Saya sudah siapkan Rp 600 juta untuk masing-masing TPS3R, nanti akan dikembangkan lagi untuk kelengkapannya. Saya juga berharap APBDes yang dimiliki setiap desa itu diarahkan untuk TPS3R. Jangan sampai APBDes untuk merekrut pegawai lagi,” terangnya.

Menurut Giri Prasta, sejatinya saat ini sudah ada pengerjaan TPS3R di 24 Desa/Kelurahan. Bahkan nantinya akan ada tiga TPST di Kabupaten Badung, sehingga nantinya sampah residu dari TPS3R akan diolah ditempat tersebut. Sementara untuk sisanya akan dikerjakan pada APBD perubahan 2022.

Untuk diketahui, program gertak biasanya dilaksanakan  sebulan sekali setiap Jumat di minggu pertama pada bulan berjalan. Program ini dilaksanakan serentak di seluruh desa dan kelurahan. Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Badung pun turun dalam program bersih-bersih itu di tempat terpisah sesuai dengan dinas, dan bagian yang ada di Pemkab Badung.

Baca juga :  Giriasa Berpeluang Lawan Kotak Kosong Jika Ini yang Terjadi

Saat program Gertak, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta pun terjun langsung ikut melakukan bersih-bersih. Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Badung itu rela basah-basahan, kotor-kotoran hingga masuk gorong-gorong demi membersihkan wilayah Badung. Tak tanggung, Giri Prasta juga turun ke selokan untuk memperlancar aliran air dari sumbatan sampah.

Program gertak sampah itu pun diklaim mampu membersihkan sampah. Bahkan pada program gertak saja, sampah yang berhasil diangkut seberat 12,5 ton, terdiri dari 9,5 ton sampah nonorganik dan sampah organik terkumpul sebanyak 3 ton. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini