Keluarkan Penggunaan Motor Listrik, Kebijakan Gubernur Koster Diapresiasi BRIN 

kosterku
PEROLEH APRESIASI - Gubernur Bali Wayan Koster saat memperoleh apresiasi Perekayasa Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Kamis (29/9/2022). (DenPost.id/ist)

Jakarta, DenPost

Keseriusan Gubernur Bali Wayan Koster menjalankan Peraturan Gubernur Bali No.48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk menciptakan ekosistem alam Bali menjadi bersih mendapat apresiasi dari Perekayasa Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Koordinator IEMS 2022 Dr. Ir. Barman Tambunan dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Kamis (29/9/2022).

Dinobatkan sebagai narasumber utama dalam dialog yang mengusung tema ‘’Strenghtening Autonomous Ecosystem’’ ini, Gubernur Koster di hadapan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Staf Khusus (Stafsus) Presiden Diaz Hendropriyono, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa Provinsi Bali, yang dipimpinnya dalam membangun, menerapkan visi berbasis kearifan lokal Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia niskala-sekala. Visi tersebut, menurut Gubernur Koster, dibangun dari kearifan lokal Sad Kerthi yang merupakan enam sumber utama kesejahteraan kebahagiaan kehidupan manusia yang meliputi: 1) Atma Kerthi; 2) Segara Kerthi; 3) Danau Kerthi; 4) Wana Kerthi; 5) Jana Kerthi; dan 6) Jagat Kerthi.

Baca juga :  Jalan Tol Jagat Kerthi Bali Bawa Perubahan Bagi Jembrana

‘’Dari nilai-nilai Sad Kerthi, kami membangun kebijakan di Pulau Bali dengan ramah lingkungan, karena ajaran leluhur kami mengajarkan untuk menjaga ekosistem alam agar terawat dengan baik dan bersih. Maka dari itulah, kami mengeluarkan kebijakan ekosistem alam yang bersih yaitu Bali Energi Bersih dari hulu sampai hilir, sesuai Peraturan Gubernur Bali No.45 Tahun 2019. Khusus untuk hilir, terdapat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali No.48 Tahun 2019. Selain itu ada kebijakan Peraturan Daerah Provinsi Bali No.8 Tahun 2019 tentang sistem pertanian organik, Peraturan Gubernur Bali No.97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, Peraturan Gubernur Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, dan Peraturan Gubernur Bali No.24 Tahun 2020 tentang pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut, untuk mewujudkan ekosistem alam Bali agar bersih,’’ tegas Gubernur Koster.

Dia menambahkan, kebijakan Bali Energi Bersih dengan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai diikuti dengan Instruksi Gubernur Bali ke pegawai di Pemprov Bali supaya menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. “Sejak kami keluarkan kebijakan ini, ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai mulai tumbuh di Bali seperti adanya penggiat di bidang industri otomotif sampai PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan Gesits datang ke Bali untuk mengembangkan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” beber Gubernur Koster, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga :  Kinerja Cemerlang Dorong Kepercayaan Investor, Saham BBRI Cetak All Time High

Supaya penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai digunakan secara massal, maka mantan Balitbang Depdikbud RI ini, akan mengajak mahasiswa dan siswa di Bali menggunakan kendaraan bermotor penganti BBM ke listrik. Dengan catatan industri dan lembaga keuangan membuat skema yang matang (konsumen diberikan keringanan membeli sepeda motor dengan cicilan yang lebih murah dan lebih panjang) agar lebih menarik anak-anak muda menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan ini.

Mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga akan menerapkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan zonasi pariwisata yang terdiri atas: 1) Nusa Dua di Badung; 2) Kuta di Badung; 3) Sanur di Denpasar; 4) Ubud di Gianyar; dan 5) Nusa Penida di Klungkung. “Jadi daerah tujuan pariwisata akan menjadi prioritas tahun 2023 untuk menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” tegas Gubernur yang dalam kesehariannya telah menggunakan mobil listrik ini.

Baca juga :  BRI Hadirkan Metaverse untuk Pembelajaran Pekerja

Gubernur Koster mengajak seluruh stakeholder termasuk BRIN agar bersama–sama meyakinkan masyarakat bahwa menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai maupun menggunakan sumber daya energi ramah lingkungan serta energi baru terbarukan lebih hemat, efisien, dan tidak mencemari udara. “Kalau udara bersih maka yang kita hirup itu bersih. Itu sangat mempengaruhi tubuh kita akan lebih sehat, serta tidak mudah kena penyakit paru-paru, sesak napas, dan sangat membuat alam bersih, sehingga tidak memberikan polusi kepada kehidupan masyarakat,’’ ungkapnya.

Hal ini sangat bagus dalam membawa perubahan sehingga perlu didukung, apalagi telah ada Instruksi Presiden (Inpres) No.7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah serta dijadikan momentum di ajang Presidensi G20,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini