Bising Sampai Pagi, Warung Tuak di Jalan By-pass Kusamba Ditertibkan

picsart 22 10 03 15 39 25 229
SIDAK - Anggota Satpol PP Klungkung melakukan sidak warung remang-remang di Jalan By-pass Kusamba-Goa Lawah.

Semarapura, DENPOST.id

Sempat ditutup total, sejumlah warung tuak di kawasan By-pass Kusamba, kembali beroperasi. Keberadaan warung remang-remang ini langsung ditertibkan anggota Satpol PP Klungkung. Apalagi warung tersebut dilengkapi pelayan wanita dan dentuman musik keras hingga dini hari.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta, ketika dimintai konfirmasi, Senin (3/10/2022) mengatakan, ada dua warung remang-remang yang ditertibkan. Keduanya merupakan warung tuak yang berlokasi di Jalan By-pass Kusamba-Goa Lawah. Keberadaan warung ini dikeluhkan warga karena menyuarakan musik keras hingga melewati batas jam istirahat.

Baca juga :  Warganya Disiplin Jalankan Prokes, Desa Sakti Nyaris Nihil Kasus Covid-19

“Warung remang-remang ini dikeluhkan oleh warga. Karena hampir setiap hari menyuarakan musik keras hingga melewati batas jam yang diatur dalam Perda Kabupaten Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum (KTU),” ungkap Putu Suarta.

Dalam penertiban di dua warung tuak tersebut, petugas menemukan alat pengeras suara. Selain itu, petugas juga mendapati empat orang wanita yang bertugas melayani tamu. Tapi setelah dicek identitasnya, keempat wanita tersebut tidak memiliki kartu identitas kependudukan atau KTP.

Baca juga :  TMMD di Nusa Penida, Anak- anak Antusias Ikut Bangun Badan Jalan

“Mereka mengaku berasal dari Lombok, dan belum punya kartu identitas. Alasannya karena baru tinggal di Klungkung,” imbuh Putu Suarta.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Putu Suarta mengatakan sudah memberikan teguran dan memanggil pemilik warung remang-remang. Termasuk juga memanggil empat pelayan wanita tersebut untuk datang ke Kantor Satpol PP, Senin pagi. Namun untuk saat ini, mereka hanya dikenakan sanksi pembinaan.
“Jika masih membandel, kita tidak akan segan-segan menindak dan memproses mereka hingga ke pengadilan,” ancamnya.

Baca juga :  Jualan di Bahu Jalan, Pedagang Cendol Didenda Rp200 Ribu

Yang jelas, pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini mengatakan pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap aktivitas warung remang-remang. Apalagi bila operasionalnya sampai melanggar Perda Ketertiban Umum.

“Masyarakat juga kami imbau untuk segera melapor apabila di wilayahnya terdapat aktivitas warung yang serupa,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini