Tingkatkan Produksi Pertanian, Distan Diminta Rancang Strategi

picsart 22 10 03 16 34 27 798
Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana (kanan)

Singaraja, DENPOST.id

Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Senin (3/10/2022) mengevaluasi program-program Dinas Pertanian. Selain itu, Lihadnyana juga mengumpulkan para penyuluh pertanian.
“Saya pertama ke Dinas Pertanian untuk memastikan program-program kegiatan dan juga melihat capaian di pertanian ini seperti apa karena kita sekarang ini sedang menghadapi dan bergelut dengan penurunan inflasi,” jelasnya, saat ditemui usai melakukan pertemuan.

Dia mengajak seluruh jajaran Dinas Pertanian termasuk penyuluh pertanian agar melakukan langkah-langkah strategis sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Misalnya, Dinas Pertanian mau menggarap urban farming atau meningkatkan produksi pada spot-spot itu, harus ada strategi yang dijalankan. Yang kedua, kita juga harus bisa berkaca bahwa keadaan seperti ini inflasi yang terus meningkat, jangan terulang di tahun depan. Itu juga menjadi kebijakan dasar bagi Dinas Pertanian untuk menyusun perencanaan manajemen produksinya. Kapan dia tanam, setelah itu pada bulan- bulan apa seharusnya dia tanam, teknologi apa yang dibutuhkan agar benar-benar produksi itu bisa ada setiap saat, setiap bulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita,” paparnya.

Baca juga :  PM Siap Tindak Oknum Tentara Nakal

Lihadnyana juga memberikan motivasi kepada penyuluh pertanian agar dapat bekerja dengan optimal. Motivasi ini dianggap penting karena, penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam melakukan interaksi dengan petani di Kabupaten Buleleng.
“Saya mengajak tetap semangat bekerja. Pegawai pertanian ini bisa dikatakan pahlawan pangan. Coba kalau tidak ada pangan, kita berkaca dari pandemi Covid kemarin, orang bisa menunda beli baju, beli mobil, bisa menunda bepergian tapi orang tidak bisa menunda kalau tidak ada pangan di rumahnya. Artinya pangan itu sangat strategis,” katanya.

Terkait lahan pertanian yang mulai menyempit, Lihadnyana meminta Dinas Pertanian harus bisa mengoptimalkan lahan yang masih ada.
“Di tengah semakin menyempitnya lahan, ada program intensifikasi pertanian bukan ekstensifikasi. Program intensifikasi itu mengintensifkan lahan pertanian untuk bisa berproduksi semaksimal mungkin, di sanalah adopsi teknologi itu,” tegasnya.

Baca juga :  BRI Raih "Best Bank for ESG" dan "Best Bank for Diversity & Inclusion" dari Asiamoney

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta, mengatakan, kedatangan Pj. Bupati Buleleng merupakan awal dari kebangkitan pertanian di Kabupaten Buleleng.
“Mudah-mudahan dengan kepimpinan beliau, teman-teman kita bisa termotivasi, walaupun sebelumnya juga kita sudah bekerja secara optimal. Dengan adanya motivasi-motivasi yang diberikan Bapak Pj. Bupati, semua jajaran pertanian nanti akan mengetahui ke mana arah dan tujuan pertanian ini dibawa,” ungkapnya.
Dirinya mengaku siap untuk menginplementasikan semua keinginan dari Pj. Bupati Buleleng terkait pertanian untuk menekan inflasi di Kabupaten Buleleng. (118)

Baca juga :  Sepi, Terminal Kaliakah Disulap Jadi Pusat Kuliner

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini