Bali Jadi Ikon Indonesia dengan Segudang Talenta, UI Sambut Bali Gubernur Koster

kosterku
BERSAMA JAJARAN UI - Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama dengan jajaran UI usai menandatangani nota kesepakatan di Jayasabha, Denpasar, Senin (3/10/2022). (DenPost.id/ist)

KEPEMIMPINAN Gubernur Bali Wayan Koster disambut baik oleh Universitas Indonesia (UI), karena Bali menjadi ikon Indonesia dengan memiliki segudang talenta, baik di bidang sejarah, budaya, produk ekspor, dan punya image sebagai kawasan pariwisata. Selain itu, Bali memberikan keberpihakan kepada sumber daya lokal dengan mengedepankan riset.

Sambutan hangat kepada Bali ini disampaikan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro di hadapan Gubernur Koster di sela–sela penandatanganan nota kesepakatan bersama Pemprov Bali dengan UI di ruang rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Senin (3/10/2022).

Guna menjaga nilai–nilai sejarah, budaya, produk ekspor unggulan yang berdaya saing dan merawat image Bali sebagai kawasan pariwisata berkualitas, Gubernur  Koster menyatakan kerjasama Pemprov Bali dengan UI merupakan upaya nyata dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pembangunan daerah. Dengan demikian perguruan tinggi yang mempunyai sumber daya manusia (SDM) serta pengetahuan diharap menyokong pembangunan daerah, baik berupa riset maupun kegiatan pengabdian masyarakat di Bali.

Baca juga :  Harga Masker Kain Diharap Berskala Industri Rumahan

Gubenur tamatan ITB ini menambahkan bahwa Bali mempunyai Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) yang menjadi bagian dari pembangunan daerah dan dilaksanakan sesuai kebutuhan pembangunan, salah satunya melakukan riset di sektor pangan dan pertanian dari hulu hingga hilir untuk menjamin terwujudnya sistem pertanian organik sesuai Perda Bali No.8 Tahun 2019 agar pertanian di Bali bersih dan lingkungannya tak tercemar. “Kedaulatan pangan bukan sekadar ketahanan pangan, namun kami ingin memenuhi kebutuhan pangan melalui sumber daya alam di Bali dengan mendorong riset untuk meningkatkan produksi pangan,”tegas mantan peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Depdikbud RI ini.

Riset yang dilakukan Pemprov Bali juga bertujuan menjawab persoalan pangan dan ekonomi yang selalu bergantung dari luar. Dengan begitu, Pulau Dewata kini mampu membangkitkan kembali produk lokal berbasis budaya branding Bali yang sebelumnya terpendam. Sekarang produk Bali seperti arak bali, manggis bali, hingga garam bali dimintai pasar ekspor sesuai Pergub Bali No.99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. “Kebijakan penggunaan produk lokal akan mampu menumbuhkan sektor ekonomi kerakyatan di Bali,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga :  Bayi Belum Jelas Kelaminnya Lahir di Desa Sepang

Di bidang energi, tambah Gubernur Koster, Bali tengah beranjak menuju mandiri energi melalui Pergub No.45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Bali juga sangat konsern mengembangkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sesuai Pergub No.48 Tahun 2019. “Upaya ini untuk menjadikan Bali lebih ramah lingkungan, dan kebetulan kebijakan di Bali didukung Instruksi Presiden No.7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tegas Koster, yang disambut apresiasi tepuk tangan.

Dia juga mengungkapkan bahwa Pemprov Bali ingin agar semua resource alam setempat bernilai ekonomi yang bertumbuh-kembang menghidupi masyarakatnya. “Jadi inilah yang sedang kami bangun agar Bali mampu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Baca juga :  Larangan Mudik ke Wilayah PSBB, Bus Dicegat

Koster lalu memberikan Rektor UI bersama jajarannya buku ‘’Ekonomi Kerthi Bali’’.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro menyampaikan nota kesepahaman bersama Pemprov Bali merupakan langkah perguruan tinggi untuk membantu pembangunan daerah yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Suatu kehormatan, kami bisa mengikatkan diri dengan Bali. Bali yang menjadi ikonnya Indonesia dengan mempunyai banyak talenta dan nilai sejarah, budaya, produk ekspor, serta image sebagai kawasan pariwisata,” ungkapnya.

Prof. Ari Kuncoro mengaku mendukung kebijakan Gubernur Koster untuk menata pondasi pembangunan daerah seperti halnya suatu negara mampu bertahan di kondisi pandemi dan perperangan. Bali mempunyai populasi tinggi, pertanian, berpihak ke sumber daya lokal, bukan mendewakan impor, serta bersinergi dengan perguruan tinggi melakukan riset. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini