Menuju Net Zero Emission 2060, BRI Implementasikan Electric Vehicles, Green Building hingga Energi Baru Terbarukan

picsart 22 10 05 20 01 55 625
KENDARAAN LISTRIK - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., menjadi salah satu bank yang telah memulai menggunakan kendaraan listrik di dalam operasional bisnisnya.

Jakarta, DENPOST.id

Berbagai pihak terus proaktif berkontribusi dalam mendukung pemerintah mencapai target net zero emission pada 2060, dan berkontribusi menahan pemanasan suhu bumi tidak melebihi 2 derajat hingga 1,5 derajat celcius. Sebagai agent of development, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., turut menjalankan prinsip-prinsip keberlanjutan untuk mendukung pencapaian target tersebut.

BRI diketahui menjadi salah satu bank yang telah memulai menggunakan kendaraan listrik di dalam operasional bisnisnya. Setidaknya hingga saat ini, BRI telah menggunakan 30 mobil listrik Hyundai Ioniq di Regional Office (RO) sebagai kendaraan operasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, juga terdapat 50 motor listrik GESITS yang digunakan oleh para tenaga pemasar BRI.

Baca juga :  Gebyar Pemberian Vitamin A, Seniasih Giri Prasta Harapkan Stunting di Badung Bisa Dihapus

Selain itu, BRI juga memiliki berbagai inisiatif lain untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus wujud implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Andrijanto mengungkapkan komitmen BRI untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission. Penggunaan sumber daya ramah lingkungan dan Energi Baru Terbaharukan (EBT) secara gradual akan terus ditingkatkan. “BRI tentu menyadari langkah untuk menjaga kelestarian bumi perlu dijalankan sedini mungkin. Kami melihat bahwa penggunaan energi ramah lingkungan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi,” terang Andrijanto.

Andrijanto mengungkapkan sejumlah penggunaan sumber daya ramah lingkungan di BRI, antara lain implementasi green building, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel hingga kendaraan listrik. Terbaru, BRI baru saja meresmikan Menara BRILian pada, 17 Agustus 2022, di mana bangunan tersebut telah mendapatkan sertifikasi green building dari Green Building Council Indonesia (GBCI) kategori Gold. Dengan demikian, Menara BRILian secara life cycle-nya, dimulai dari tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan hingga renovasinya mampu menciptakan dampak positif terhadap iklim dan lingkungan.

Baca juga :  Kinerja Gemilang BRI Diproyeksi Berlanjut Hingga Akhir 2021

Hal ini ditopang efisiensi sumber daya dengan teknologi terbarukan, penerapan konsep zero run off dalam aspek konservasi dan pengelolaan air hujan, material reuse and cycle yang dapat menghemat konsumsi energi listrik mencapai 19,29% dari desain konvensional hingga building environment management yang unggul.

Konsep green building ini juga rencananya kembali akan diterapkan pada pembangunan branch office di area S. Parman, DKI Jakarta. Di samping itu, BRI juga akan menggunakan energi ramah lingkungan sebagai sumber daya melalui PLTS di 8 unit kerja yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Bandung, Denpasar, Jakarta, Malang, dan Yogyakarta. Menurut perhitungan BRI, penggunaan PLTS atau solar panel ini dapat menghemat energi hingga 5% di branch office tersebut.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Pantau Ruang Isoter Berbasis Desa/Kelurahan

Sementara dalam perhitungan lainnya, penggunaan mobil listrik juga diketahui lebih ekonomis dibandingkan kendaraan konvensional. “Sebagai salah satu ‘First Mover on Sustainable Finance’, BRI telah mengimplementasikan secara bertahap strategi keberlanjutan yang dapat mempercepat implementasi Sustainable Finance di Indonesia,” pungkasnya. (a/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini