Salut! Mantan Pasien RSJ Ini Hasilkan Lukisan Bernilai Tinggi

odgj
SEMBUH - Dewa Made Juliawan, memperlihatkan lukisan hasil karyanya selepas sembuh dari perawatan di RSJ Provinsi Bali di Bangli. 

DEWA Made Juliawan menyita perhatian undangan yang hadir dalam acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) di RSJ Provinsi Bali, Bangli,  Senin (10/10/2022). Sebab, Dewa Juli, demikian dirinya disapa, merupakan salah satu mantan pasien dan beberapa kali dirawat di RSJ Provinsi Bali ini. Kini, kondisi kejiwaan pemuda 31 tahun asal Bitra, Gianyar ini semakin membaik. Bahkan, dia menjadi pelukis andal.

Dewa Juli menjadi salah satu pengisi acara yakni memberikan hasil lukisan terbaiknya pada Dirjen Kemenkes RI, dr. Maria Endang Sumiwi, didampingi Plt. Direktur RSJ Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa. Ditemani sang ibu tercinta, Dewa Juli mengaku bangga dirinya dilibatkan dalam acara nasional dan bisa memamerkan lukisan-lukisan terbaiknya. Kepada wartawan, dirinya secara terbuka mengaku sebagai mantan pasien yang dirawat di RSJ tersebut. Meski sudah dinyatakan sembuh, Dewa Juli mengaku masih rutin minum obat dan kontrol tiap bulan. “Saya dulu sudah enam kali bolak-balik ke sini (masuk RSJ),” akunya.

Baca juga :  Lima Tahun Jadi Agen BRILink, Farida Hayati Mampu Kuliahkan Anak dan Berangkat Umrah

Meski keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kerap dipandang menganggu ketertiban masyarakat, Dewa Juli mengaku tak malu. Sebab selama dirawat, dirinya ditangani oleh dokter dan tenaga medis yang profesional. Yang paling penting, kata Dewa Juli, pihak keluarganya selalu setia mendampingi dan mendukung kesembuhan dirinya.

Disinggung mengenai melukis, Dewa Juli mengaku sudah hobi melukis sedari kecil. Bahkan, di sela menjalani perawatan dan pendampingan di RSJ, hari-harinya juga diisi dengan kegiatan melukis. Setelah dinyatakan sembuh, ada puluhan lukisan yang sudah berhasil dibuatnya. “Tidak ada kursus apa, belajar otodidak dari kecil. Karena saya memang suka menggambar dari kecil,” tuturnya diamini sang ibu.

Selama melukis, Dewa Juli mengaku terinspirasi dari film-film, ada pula dari bunga tidur (mimpinya). “Dari mimpi juga, tapi lebih banyak film,” sebutnya. Jenis lukisannya bervariatif, namun lebih banyak menggambarkan adat Bali, ritual, pewayangan, lukisan dewa-dewi dan lainnya. Satu lukisan biasanya dia mampu selesaikan dalam waktu 15 hari. Lukisan yang dibuatnya sangat indah dan bernilai tinggi. Untuk harga, Dewa Juli mematok karyanya mulai dari harga Rp 1.500.000 hingga Rp 3.000.000. “Tergantung ukuran dan kesulitan membuatnya,” ungkap Dewa Juli.

Baca juga :  Kunjungi Petani Jeruk, Menteri BUMN Apresiasi Klaster Pertanian Binaan BRI

Dalam kesempatan ini, dirinya juga ingin membuktikan pada orang lain bahwa mantan pasien RSJ masih bisa berkarya. Tentunya juga diperlukan dukungan semua pihak terutama keluarga. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tak lagi memberikan stigma terhadap penyintas ODGJ.
Dewa Juli juga berpesan, bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga mengalami kangguan kejiwaan, kesehatan mental dan sejenisnya, untuk segera melakukan perawatan pskiater terdekat, atau bisa langsung ke RSJ. “Pihak keluarga juga tidak harus malu, kadang ada malah tidak diobati dan malah disembunyikan di rumahnya. Padahal kalau tidak tertangani dengan cepat dan tepat, sangatlah membahayakan,” katanya.

Baca juga :  Curi Motor, Aksi Pertama Langsung Terciduk

Sementara itu, dr. Maria Endang Sumiwi dalam pidatonya menyebutkan, kegiatan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama atau semua unsur yang ada di masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat yang mengedepankan upaya promotif dan preventif. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini