Polda Tunda Tinjau Dua RS yang Dilaporkan Tolak Pasien

picsart 22 10 11 14 46 03 022
Kabidhumas Polda Bali, Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto

Kereneng, DENPOST.id

Aparat Ditreskrimsus Polda Bali menunda peninjauan lokasi dua rumah sakit di Denpasar, yaitu RSUD Wangaya dan RS Manuaba yang dilaporkan menolak pasien. Meski demikian, polisi tetap memproses dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, peninjauan ditunda karena petugas berhalangan. “Peninjauan akan dilakukan di lain waktu. Tapi laporan itu tetap ditindaklanjuti,” katanya, Selasa (11/10/2022).

Diberitakan sebelumnya, dugaan penolakan pasien yang dilakukan oleh dua rumah sakit di Denpasar beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Suami dari pasien yang ditolak pihak rumah sakit, Kadek Suastama (46) melaporkan dua rumah sakit (RS) ke Polda Bali pada Selasa (4/10/2022).

Kadek Suastama memilih mencari keadilan dengan cara menempuh jalur hukum, usai sang istri, Nengah Sariani (44) meninggal, setelah ditolak untuk mendapat perawatan oleh pihak rumah sakit.

Baca juga :  Hanya Sepekan, Rp 11,4 Juta Dikantongi Tim Yustisi

Di dalam laporan yang dilayangkan Kadek Suastama, berawal saat Nengah Sariani menderita batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Kemudian, dia diantar oleh anaknya ke RSUD Wangaya dengan mengendarai sepeda motor. Saat tiba di rumah sakit, dokter tidak melakukan pertolongan pertama. Dokter tersebut beralasan bahwa ruangan IGD penuh dan tidak ada bed dan menyarankan menyarankan agar pasien dibawa ke RS Manuaba.

Baca juga :  Dit. Lantas Gagas Tertib Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah

Saat itu, sang anak sempat meminta tolong untuk meminjam mobil ambulans. Tetapi, dokter jaga tidak bisa memberikan dengan alasan yang tidak jelas. Sang anak lantas membonceng ibunya dalam kondisi lemas menuju RS Manuaba. Setibanya di sana, korban diterima oleh seorang dokter laki-laki dan dicek denyut nadi pada pergelangan tangannya. Dari pihak RS Manuaba tidak merawat Nengah Sariani dan dia disarankan agar dibawa ke RSUP Sanglah. Anak terlapor kembali meminta tolong untuk dipinjamkan mobil ambulans agar bisa lebih cepat dan aman. Hanya saja dokter tersebut tidak memberikan izin, karena takut masalah akan menjadi rumit. Akhirnya, korban membawa ibunya ke RSUP Sanglah.

Baca juga :  Tertibkan Trek-trekan di Serangan, Polisi Libatkan Pecalang

Setibanya di RSUP Sanglah, petugas langsung mengambilkan bed dan Sariani dibawa masuk ke UGD. Setelah diperiksa detak jantungnya, Sariani telah meninggal dunia. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini