Masih Trauma, Korban Jalan Putus Didampingi Psikiater

picsart 22 10 11 15 15 52 692
JALAN PUTUS - Plang penutup jalan dari kedua sisi (barat dan timur) Jalan Cempaga, Bangli masih terpasang.

Bangli, DENPOST.id

Pascsatragedi jalan putus di Jalan Erlangga, Cempaga, atau sebelah barat SPBU Sidembunut, Bangli, kondisi kesehatan satu keluarga selamat sudah berangsur membaik. I Ketut Pageh (34), Ni Nyoman Lestari (30), Kadek Wahyu Putra (5) mendapat perawatan medis di RSU Bangli. Kendati demikian, para korban terutama pasangan suami istri (pasutri) ini masih mengalami trauma atas musibah naas yang nyaris merenggut nyawa mereka.

Wadir Pelayanan RSU Bangli, dr. I Made Naris Pujawan, mengungkapkan, untuk pasien Kadek Wahyu Putra sudah lebih dulu diperbolehkan pulang. Sang ibu, Nyoman Lestari, sejatinya juga sudah boleh pulang. Hanya tinggal suaminya yang masih dirawat di RS, karena masih mengeluh nyeri. “Si ibu (Lestari) kondisinya sudah membaik, dan hari ini (Selasa) sudah kami perbolehkan pulang. Tapi karena suaminya masih dirawat, maka si ibu minta pulangnya nanti berbarengan,” jelasnya.

Baca juga :  Usai Transaksi Narkoba, Pemuda Asal Gerokgak Diringkus di Bangli

Menurut Naris, dari progres, kondisi Pageh sejatinya juga sangat baik. Kemungkinan Rabu (12/10) sudah bisa pulang. “Rencananya besok (Rabu) kami dari rumah sakit sendiri yang akan membantu memfasilitasi mengantar kedua pasien pulang ke rumahnya. Karena dari kejadian itu, mereka kan kehilangan harta benda. Mobilnya kan terperosok dan sampai sekarang masih di bawah sana (TKP jalan putus),” ungkapnya.

Terlepas dari kondisi fisiknya, Naris juga menekankan selama perawatan medis, kedua pasien juga didampingi dokter spesialis kejiwaan untuk menangani trauma para korban. Terkait biaya perawatan, Made Naris menyebutkan jika biaya perawatan digratiskan. “Seluruh pembiayaan korban digratiskan. Biaya ditanggung Pemkab Bangli,” sebutnya.

Baca juga :  Bawaslu Temukan 24 WNA Masuk DPS di Bangli

Sementara itu, korban selamat Ketut Pageh, mengaku masih trauma atas kejadian yang menimpa keluarganya. Setiap memejamkan mata langsung ingat musibah tersebut. “Baru pejamkan maka, sudah langsung ingat di sana (jalan putus),” akunya.

Pageh menceritakan, berkat anaknyalah dirinya saat itu masih semangat dan bertekad kuat berupaya menyelamatkan diri sembari menunggu bala bantuan datang malam itu. Dimana saat kejadian itu anaknya sempat bertanya apakah mereka akan mati di sana. “Karena pertanyaan itu, saya menjadi semangat untuk keluar dari mobil. Saya coba pukul-pukul kaca mobil supaya bisa keluar,” ungkapnya.

Sedangkan Lestari mengatakan jika saat itu dirinya terbantu pencahayaan dari mobil Terios yang juga terpersok di lokasi lebih dulu. Lampu Terios tersebut masih dalam keadaan menyala. Dia pun berteriak meminta pertolongan sampai akhirnya petugas kepolisian dan warga membatu evakuasi. “Saya berupaya mencari posisi yang lebih aman. Suweca Ida Hyang Widhi, kami masih bisa selamat. Terutama anak saya tidak mengalami luka berat,” ucapnya.

Baca juga :  23 Anjing di Bangli Positif Rabies

Ketika disinggung kondisi psikis anaknya, Lestari memperkirakan baik-baik saja. Hal ini juga diperkuat dari hasil pendampingan tim medis. Sebab, saat diajak komunikasi, anaknya menunjukan hal biasa, normal saja. “Setelah dapat perawatan, dia (anaknya) sudah pulang. Nah kemarin (Senin) diajak ke sini nengok sama keluarga. Selama di rumah katanya biasa saja, tidurnya juga baik-baik saja. Malahan kita (dia dan suami) yang masih teringat itu (musibah),” bebernya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini