Tiga Jembatan di Jl.Gatsu Timur Ditarget Rampung Desember 2022

sohkon1
Mokhamad Solthon

Lumintang, DenPost.id

Beberapa bulan ke depan, masyarakat tidak lagi berlama-lama harus mengantre di tiga proyek jembatan di Jl.Gatot Subroto (Gatsu) timur, Denpasar. Hal itu karena ketiga proyek ini ditarget rampung pada Desember 2022. Arus lalu lintas (lalin) bakal kembali lancar dan kemacetan di dua jalur lain segera terpecahkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2. Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga, Mokhamad Solthon, S.T., M.T., Rabu (12/10/2022), mengungkapkan ketiga pembangunan jembatan tersebut masuk proyek multiyears dua tahun dengan menelan dana total Rp 109 miliar. Pihaknya berupaya keras menggarap ketiga jembatan itu agar selesai pada Desember 2022, terutama pada bagian atasnya. Pada bagian itu harus ada ornamen Bali, trotoar di kedua sisi, dan lampu penerangan jalan untuk umum. ‘’Kami optimis pada Desember 2022 ketiga jembatan itu selesai digarap. Kami memaklumi bahwa masyarakat selama ini jenuh mengantre untuk bisa lewat di ketiga jembatan itu. Nanti arus lalin lancar kembali,’’ tegas Solthon.

Baca juga :  PDI Perjuangan Terus Benahi Kaderisasi Partai

Dia menambahkan, rincian progres ketiga proyek jembatan itu masing-masing untuk di Tukad Penatih mencapai 80%, Tukad Ayung 60%, dan Tukad Bindu 75%. ‘’Untuk jembatan di Tukad Penatih tinggal diaspal saja, sedangkan dua jembatan lagi menunggu pemasangan plat beton di bagian tengah,’’ ungkapnya.

Ditanya mengenai kesulitan yang dihadapi untuk menggarap ketiga proyek itu, Sholton menyebut bahwa secara signifikan tidaklah ada kendala. Hanya karena ketiga jembatan itu tidak boleh ditutup total, maka penggarapannya harus disesuaikan dengan arus lalin. Selama dalam pekerjaan proyek, maka dilakukan buka-tutup arus, sehingga pengendara yang melintas mesti sabar mengantre. Petugas khusus juga siaga di sana siang-malam untuk mengatur kendaraan yang bakal lewat.  ‘’Sesuai komitmen awal, Pak Gubernur Bali mengingatkan tidak boleh ada penutupan arus lalin berlama-lama. Semua kendaraan harus bisa lewat dengan cara mengantre,’’ tambahnya.

Baca juga :  Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi, Ketua DPRD Denpasar Lakukan Ini

Dari ketiga proyek tersebut, menurut Sholton, penggarapan jembatan di Tukad Ayung-lah yang paling lama dan paling berat. Hal tersebut karena di sana ada pura, beji yang dikeramatkan warga, dan kuburan. Selain itu ada bangunan di pinggir tebing bagian selatan, dan air Tukad Ayung sering besar serta cukup deras. ‘’Dalam menggarap proyek jembatan Tukad Ayung, kami memperhitungkan segala hal, termasuk menggelar upacara di sana agar proyek berjalan lancar,’’ ungkapnya.

Untuk menggarap ketiga proyek jembatan itu pun, pihaknya mengerahkan total 300 tenaga kerja. Mereka bekerja keras sehingga jembatan cepat selesai dan arus lalin di jalan nasional lintas Bali-Jawa-NTB itu lancar kembali. Jembatan yang menelan dana masing-masing sekitar Rp 33 miliar itu diprediksi bertahan hingga 50 tahun ke depan.

Baca juga :  Bertolak dari Lanud Sam Ratulangi, Bansos Forkopimda Sulut Diterbangkan ke Malang

Khusus untuk jembatan di Tukad Penatih, bakal dilakukan uji beban oleh ahlinya dari ITS Surabaya. Di badan jembatan bakal dibebani dengan enam truk dengan berat masing-masing 20 ton. Jika saat uji beban tidak ada penurunan, maka jembatan dinyatakan layak dilalui kendaraan.

Mokhamad Solthon kembali menegaskan bahwa tak benar jembatan Tukad Ayung ambrol pada Sabtu (8/10/2022) sebagaimana diberitakan di medsos. Kejadian yang benar adalah perbaikan tanah uruk biasa, bukanlah pada jembatan utama. Saat itu proses perbaikan memang memerlukan waktu beberapa jam hingga ada tangga pengalihan arus lalin. “Kami memperbaiki posisi tanah uruk yang jenuh karena hujan semalaman. Kalau tidak diganti, tentu membahayakan para pengguna jalan,” tandasnya. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini