Nikah Baru Sehari, Seorang Remaja Ngaku Ditelantarkan Suami

Seorang Siswi SMK Mengaku Dibegal di Kawasan Jalan Nangka Selatan
Ilustrasi

Negara, DENPOST.id

Seorang remaja asal Kecamatan Melaya, Jembrana, TM (17) melapor ke Polres Jembrana, Jumat (14/10/2022). Pelapor mengaku dihamili sang pacar. Dia kemudian menuntut pertanggungjawaban. Meski akhirnya dinikahi, namun pelapor mengaku  ditelantarkan oleh suami dan mertuanya saat sehari setelah menikah. Dia juga dipulangkan ke rumah orangtuanya dengan alasan suaminya sudah tidak lagi cinta.

Saat ini pelapor tengah hamil sekitar 4 bulan. Dia sebelumnya menikah dengan ritual sederhana (byakaon) pada bulan September lalu.

TM di sela-sela melapor ke Polres Jembrana mengatakan, saat masih pacaran dirinya dan suaminya memang suka sama suka. Setelah diketahui hamil, dirinya memang dinikahi hanya sebatas tanjung sambuk tanpa ada saksi adat.
“Saat pacaran saya hamil, saya menuntut untuk dinikahi, setelah menikah hanya berselang 1 hari di rumah suami saya tidak diajak ngomong sama suami maupun keluarganya. Besoknya saya dipulangkan oleh suami dan orang orangtuanya dengan alasan sudah tidak suka sama saya,” katanya.

Dia tidak mengerti kejadiannya sampai suaminya mengaku tidak suka lagi dengan dirinya, sehingga dirinya dipulangkan ke rumah orangtua.
“Karenanya kami rapat di rumah dan memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Jembrana,” bebernya.

Baca juga :  Truk Pengangkut Mie Terguling

Kakak pelakor mengatakan dirinya tidak terima adiknya diperlakukan seperti ini. “Saya tidak terima adik saya diperlakukan seperti ini, mereka tidak punya perasaan, sudah menghamili anak orang dan tidak bertanggung jawab. Sebelumnya pria itu ke rumah mencari adik saya, hingga lama- kelamaan mereka pacaran,” ungkapnya.

Dikatakan pula, memang keluarga pihak laki-laki ada sebagai kelian adat di sana. “Anehnya mereka menceraikan langsung adik saya dengan surat lengkap dari kelian adat di sana, akan tetapi tidak ada tanda tangan kelian dusun dan perbekel, hanya ada stempel dari desa saja,” bebernya.

Baca juga :  Pembayaran Insentif Nakes di Jembrana Lunas

Adiknya juga dikatakan dipaksa untuk tanda tangan surat cerai. “Saat kami mengajukan tempo 3 hari untuk berembuk sama keluarga, mereka ngotot adik saya harus tanda tangan pada saat itu juga,” ujarnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini