BRI Peduli Ajak Masyarakat Mendaur Ulang Sampah

picsart 22 10 15 19 57 23 034
SAMPAH - BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (Corporate Social Responsibility) mengambil inisiatif membantu mengatasi persoalan sampah melalui program “BRI Peduli Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)”.

Jakarta, DENPOST.id

Sampah masih menjadi salah satu tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat terutama yang tinggal di wilayah perkotaan. Masalah sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat kota yang tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan sampah yang memadai.

BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (Corporate Social Responsibility) mengambil inisiatif membantu mengatasi persoalan sampah melalui program “BRI Peduli Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)” yang terintegrasi dengan program-program BRI lainnya.
Program ini merupakan program pengelolaan sampah secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan. Mulai dari aktivitas di awal pembuangan, pengumpulan, pengangkutan, perawatan yang disertai dengan monitoring dan regulasi manajemen sampah.

BRI Peduli TPST diintegrasikan dengan program BRI Peduli lainnya seperti program “BRI Bersih-bersih Kali” dan program pemberdayaan ekonomi “Desa BRILiaN”.
Bentuk program integrasi ini di antaranya pengelolaan sampah yang diimplementasikan pada kali/sungai yang menjadi bagian dari program tersebut.

“BRI Peduli Bersih-bersih Kali” sendiri telah diimplementasikan sejak tahun 2019 di 18 wilayah di Indonesia.
Program BRI Peduli TPST difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah. Sampah yang terkumpul dari kali/sungai kemudian dipilah antara sampah organik dan anorganik/plastik.

Baca juga :  Fokus Keberpihakan Ekosistem Ultra Mikro, BRI Sediakan Funding Facility untuk PNM

Sampah organik yang sudah dipilah tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas. Sedangkan sampah anorganik akan dicacah menggunakan mesin daur ulang sampah lalu dijual kepada pengumpul sampah.

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, BRI menyalurkan bantuan infrastruktur seperti mesin daur ulang sampah, kendaraan angkut dan tempat pembuangan sampah di pinggir kali.

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto, menjelaskan bahwa sasarannya adalah mengubah cara pandang sebagian masyarakat yang menjadikan kali/sungai sebagai tempat pembuangan sampah. “Program tersebut nantinya dapat mendorong kesadaran masyarakat di tepi kali/sungai tentang pentingnya mengelola sampah menjadi barang yang lebih berguna dan pada akhirnya dapat menjaga kesimbangan lingkungan sekitar,” terangnya.

Baca juga :  Sekda Adi Arnawa Hadiri Turnamen Bola Voli Porlang Cup 3 Tahun 2022

Integrasi Pemberdayaan Desa BRILiaN
BRI Peduli TPST juga difokuskan pada pengolahan sampah di desa-desa yang menjadi bagian dari program “Desa BRILian”. Program Desa BRILiaN adalah program pemberdayaan BRI yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi desa dan menghasilkan role model implementasi kepemimpinan desa yang unggul.

“Di Desa BRILiaN, program BRI Peduli TPST mendorong kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah sehingga menjadi desa teladan dan menjadi inspirasi bagi desa di sekitarnya,” imbuhnya.

Sejak Program ini dimulai pada 2020, terdapat 10 desa terbaik di setiap tahunnya yang terpilih dan diberikan pendampingan dan pemberdayaan dari BRI. Desa-desa tersebut antara lain Desa Sukalaksana, Kabupaten Garut, Jawa Barat; Desa Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah; Desa Ketanprame, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; Desa Sumberadem Kabupaten Malang, Jawa Timur; Desa Menanga, Kabupaten Karangasem, Bali dan Desa Penggait, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Baca juga :  Wujudkan Indonesia Maju, Jokowi Minta Dukungan Insan Pers

“Harapannya, tidak hanya pemberdayaan ekonomi desa, tetapi BRI juga berperan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam dan kebersihan lingkungan melalui pengolahan sampah yang tepat. Sampah yang berasal dari rumah tangga, kemudian dipilah dan bisa dimanfaatkan untuk kompos atau didaur ulang menjadi barang berguna” ungkap Aestika.

Aestika menambahkan, sesuai arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), program TJSL atau CSR BUMN diharapkan dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan. Sampah yang dibuang diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik, didaur ulang menjadi industri kertas, dimanfaatkan untuk campuran aspal, bahan baku plastik atau untuk jenis organik, bisa dikelola menjadi kompos atau sumber energi listrik.

“Pengelolaan sampah yang berkelanjutan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, energi bersih dan terjangkau, serta membantu penanganan perubahan iklim,” tandasnya. (*/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini